Hijaukan Pekarangan Rumah dengan Tanaman Jambu Air Madu


Pertanianku — Jika halaman rumah Anda masih kosong dan terlihat gersang, hijaukan pekarangan rumah dengan tanaman jambu air madu. Tanaman tersebut bisa ditanam dengan pot, polibag, ataupun secara langsung di tanah. Jambu air madu terkenal dengan rasa buah yang manis dan tidak memiliki biji. Namun, penamaan jenis jambu madu berbeda di tiap daerah.

Jambu air madu
Foto: Google Image25

Untuk menghasilkan buah jambu air madu yang berkualitas dan lebat terdapat beberapa faktor yang memengaruhi seperti lingkungan, varietas yang digunakan, sampai dengan perlakuan kita terhadap tanaman tersebut.

Perlu diperhatikan juga jika pohon jambu membutuhkan ruang tumbuh yang cukup luas sehingga Anda bisa memilih tempat yang tepat untuk menanamnya. Tips lain untuk menanam jambu air madu sebagai berikut.

Pemeliharaan

Tahap pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan bibit unggul terlebih dahulu. Selanjutnya, pemeliharaan tanaman, mulai dari penanaman bibit sampai tanaman berbuah. Jarak tanam ideal antara 2,5 meter sampai 3 meter.

Disamping itu, pemupukan jambu air madu dilakukan kurang lebih tiga bulan setelah masa tanam. Setelah itu, tiga bulan kemudian perlu diadakan pemupukan lagi. Pemupukan yang diberikan berupa pupuk kandang seperti kotoran kambing dan pupuk kimia jika diperlukan untuk menunjang pertummbuhan.

Selanjutnya adalah penyiraman. Penyiraman dilakukan apabila lingkungan tanaman terlihat kering. Namun jangan sampai tanaman tergenang, terutama jika penanaman dilakukan di polibag atau pot.

Selain itu disarankan untuk menjaga kegemburan tanah. Tanah biasanya akan memadat jika air terlalu banyak. Oleh karena itu, perlu penggemburan. Jika ditanam di dalam pot atau polibag, penggantian tanah juga penting untuk ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan setelah tanaman mulai rimbun. Tujuan pemangkasan di sini adalah agar cabang dan pertumbuhannya seimbang. Cara pemangkasan pertama bisa dilakukan dengan memilih 3 cabang primer. Bila panjang cabang primer mencapai 50 cm, pangkas ujungnya hingga tumbuh cabang-cabang sekunder.

Baca Juga:  Tips Rahasia Merawat Cabai di Musim Hujan

Pilih hanya tiga cabang sekunder per cabang primer. Selanjutnya, pangkas ujung cabang sekunder sampai tumbuh cabang tersier dan pilih hanya tiga cabang tersier. Pemangkasan ini akan membuat tanaman lebih optimal pertumbuhannya karena nutrisi yang dimiliki tanaman akan termanfaatkan secara efektif.

Pengendalian hama

Pengendalian hama menjadi penting karena buah jambu air madu sering diserang oleh hama tanaman. Hama lalat buah yang perlu lebih diperhatikan. Hal ini untuk menghindari buah menjadi busuk sebelum panen.

Selain itu, untuk mengendalikan hama pada tanaman jambu air madu, baik pohon maupun buahnya dapat dilakukan dengan cara membungkus buah dengan plastik atau kertas sejak buah masih berukuran kecil.

Bisa juga dengan memasang kelambu untuk mencegah masuknya hama pada tanaman jambu air madu. Untuk memanen buah, pilih yang sudah benar-benar matang tanpa merusak batangnya.