Hindari Menggunakan Lahan Area Pertanaman Cabai yang Sama Berulang Kali

Pertanianku — Cabai keriting termasuk komoditas hortikultura dengan permintaan yang cukup menjanjikan. Saat memulai usaha budidaya cabai, Anda tak hanya dituntut untuk menghasilkan hasil panen yang berkualitas, tetapi juga harus mempertahankan kontinuitas produksi, bahkan sebaiknya Anda mampu meningkatkan produksi.

budidaya cabai
foto: pertanianku

Namun, untuk meningkatkan hasil produksi membutuhkan usaha yang dibarengi dengan ilmu pengetahuan. Pasalnya, ada banyak hal yang bisa memengaruhi kenaikan produksi cabai di lahan, salah satunya adalah lahan yang digunakan.

Ketika memilih lahan untuk menanam cabai keriting, Anda harus mengecek riwayat lahan, apakah bekas dipakai untuk menanam cabai atau tidak. Bila lahan tersebut milik sendiri, Anda harus mengatur agar tidak digunakan untuk menanam cabai berturut-turut.

Anda perlu melakukan rotasi dengan tanaman lain pada lahan bekas penanaman cabai. Hal ini bertujuan memutus siklus pathogen-pathogen berbahaya di dalam tanah.

Keberadaan tanaman-tanaman lain di sekitar lahan penanaman cabai keriting juga perlu Anda perhatikan, terutama tanaman lain yang masih satu famili dengan cabai. Dikhawatirkan, lahan-lahan di sekitar bisa menularkan pathogen yang menyebabkan produksi cabai kurang maksimal.

Selain melakukan rotasi tanaman, Anda juga perlu mengistirahatkan lahan bekas penanaman cabai selama beberapa waktu. Perlakuan ini berguna untuk memulihkan struktur dan unsur-unsur tanah sehingga kondisi tanah kembali baik.

Memaksakan lahan untuk ditanami terus-menerus dapat menyebabkan tanah sakit. Kondisi tersebut tidak akan menguntungkan Anda karena tanaman tidak bisa tumbuh dengan subur. Alih-alih untung, petani malah buntung karena hasil panen yang didapatkan sedikit.

Apabila tanah sudah tergolong sakit, perlu diberi perlakuan terlebih dahulu agar tingkat kesuburannya kembali. Kondisi ini biasanya dialami ketika tanah sudah digunakan cukup lama untuk bertanam dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang terdapat di dalam pupuk atau pestisida.

Baca Juga:  Ekspor Bumbu dan Rempah Asal Indonesia Naik 2,95 Persen

Produksi yang meningkat dapat memengaruhi pendapatan yang didapatkan petani. Masih ada banyak cara lain untuk meningkatkan produksi cabai keriting yang perlu Anda ketahui, seperti menggunakan greenhouse bila memungkinkan, melakukan pemupukan dengan prinsip 3 T, menggunakan varietas unggul, melakukan pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta melakukan pengemasan yang baik.