Histamin, Racun pada Ikan karena Cara Pengolahan yang Salah

Pertanianku— Pernah ditemukan beberapa kasus orang keracunan setelah mengonsumsi beberapa produk perikanan. Kemungkinan besar kasus keracunan tersebut karena histamin yang terbentuk pada produk perikanan yang berasal dari kelompok sromboidae (tuna, tongkol, makarel, dan mahi-mahi), kelompok clupeidae (sarden), kelompok scombresocidae, kelompok pomatomidae, dan kelompok caryphaenedae.

histamin
foto: Pixabay

Histamin terbentuk melalui dekomposisi bakteri penghasil enzim dekarboksilase dari asam amino histidin bebas setelah ikan mati dan jumlahnya akan terus meningkat jika ikan terlalu lama berada di suhu kamar. Bakteri tersebut berada di insang dan usus ikan, kemudian akan mengurai histidin apabila ikan terlalu lama disimpan di dalam tempat bersuhu di atas 16°C.

Standar Nasional Indonesia (SNI) menetapkan batas maksimum kadar histamin yang aman untuk dikonsumsi pada hasil perikanan sebesar 100 ppm atau setara 100 mg per 1 kg ikan. Jika kadar histamin di atas standar tersebut, sangat berpotensial menyebabkan keracunan.

Kandungan berbahaya ini bisa dicegah dengan menyimpan ikan pada suhu maksimal 4,4°C serta menerapkan prinsip hygiene untuk meminimalisir pertumbuhan mikroba yang dapat mengontaminasi produk perikanan. Cara pengolahan produk perikanan menjadi kunci utama mencegah terbentuknya histamin.

Seseorang yang sudah terkena racun histamin akan menunjukkan gejala muntah-muntah, tenggorokan terasa seperti terbakar, bibir bengkak, sakit kepala, kejang, mual, muka dan leher terlihat kemerahan, gatal-gatal, serta badan terasa lemas.

Jika beberapa gejala tadi sudah terlihat pada kerabat Anda, segera lakukan beberapa tindakan penolongan pertama untuk mencegah keracunan semakin parah. Rangsang mereka untuk muntah apabila mereka sadar dan tidak mengalami kesulitan dalam menelan.

Langkah lain yang bisa dilakukan ialah memberikan arang aktif (norit). Untuk dewasa sekitar 5—10 gram/kg berat badan, sedangkan untuk anak-anak 1—2 gram/kg berat badan. Anda juga bisa memberikan susu untuk menetralkan racun. Segera kunjungi dokter untuk mendapatkan resep antihistamin.

Baca Juga:  Ikan Sidat, Biota yang Dilindungi Terbatas

Jika gejala tidak membaik atau keadaan semakin memburuk, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.