Hulu Peternakan Kambing

Pertanianku – Kegiatan dalam peternakan terdiri atas hulu dan hilir. Hulu peternakan adalah suatu proses kegiatan peternakan untuk memproduksi dan menghasilkan ternak dari tidak ada hingga menjadi barang ekonomi yang bisa diolah lebih lanjut. Dalam bisnis peternakan, untuk menghasilkan atau memproduksi ternak baru, diperlukan indukan, yaitu ternak jantan dan ternak betina. Terkait dengan bisnis di hulu peternakan, ada beberapa hal yang harus dipahami, yaitu kegiatan utama pada budi daya ternak. Kegiatan ini sebagai berikut.

Hulu Peternakan Kambing

  1. Perkawinan ternak

Perkawinan ternak bisa dilakukan secara alami dengan mengawinkan sepasang ternak jantan dan ternak betina. Mengawinkan ternak secara alami sebaiknya dilakukan ketika betina mengalami birahi sehingga tingkat keberhasilannya tinggi. Perkawinan ternak juga bisa dilakukan dengan inseminasi buatan.

Loading...

Teknologi ini biasanya dilakukan secara serentak pada beberapa induk betina dengan cara memasukkan sperma ternak jantan yang unggul ke dalam vagina ternak betina. Namun, ternak betina juga harus dalam kondisi birahi. Dari proses perkawinan ini diharapkan induk betina akan menghasilkan anakan yang kemudian dibesarkan.

  1. Pemeriksaan kebuntingan

Setelah ternak dikawinkan, induk betina harus diperiksa kepastian buntingnya. Kegiatan ini salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan alat (teknologi) yang sudah disediakan oleh ahli-ahli peternakan. Jika dari hasil pemeriksaan tersebut ternak dinyatakan bunting, selama ternak tersebut bunting harus dipelihara dengan baik agar anaknya lahir dengan sehat. Namun, jika dari pemeriksaan tersebut ternak dinyatakan tidak bunting, proses perkawinan harus diulangi kembali.

  1. Proses kebuntingan dan kelahiran

Selama masa kebuntingan, ternak harus dirawat dengan pola khusus, antara lain memisahkan ternak dari kawanan, menyediakan kandang khusus yang aman dan nyaman, menjaga kebersihan kandang, menjauhkan induk bunting dari jantan, serta memberikan pola makan yang bernutrisi tinggi. Pemberian pakan bernutrisi tinggi akan memudahkan proses kelahiran, membuat anak yang akan lahir sehat, dan memaksimalkan produksi susu induk ketika anaknya sudah lahir.

Baca Juga:  Langkah Mudah Memilih Telur Tetas yang Baik

Lama kebuntingan pada ternak kurang lebih lima bulan. Menjelang masa kelahiran, kita harus mempersiapkan segala keperluan untuk mempermudah proses kelahiran. Upayakan proses kelahiran terjadi secara normal. Jika ternak mengalami kesulitan dalam melahirkan, kita harus membantu mempermudah proses kelahiran tersebut. Jumlah anak yang lahir biasanya berkisar 1–3 ekor. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa ternak bisa melahirkan sampai empat ekor anak.

  1. Proses perawatan dan penyapihan anak

Pada tahap ini, usahakan anakan mendapatkan pakan sesuai dengan kebutuhannya sehingga pertumbuhannya bisa optimal. Demikian juga dengan induknya, asupan nutrisinya harus dijaga agar produksi susunya bisa optimal.

  1. Pembesaran dan penggemukan ternak

Tahap ini bertujuan menyediakan ternak siap jual. Proses pembesaran dan penggemukan umumnya dilakukan setelah anakan lepas sapih, sekitar umur tiga bulan. Pakan yang diberikan pada tahap ini berupa paket pakan pembesaran atau penggemukan yang ideal untuk memaksimalkan pertumbuhan bobot ternak. Pada umumnya tahap ini dilakukan selama kurun waktu 3–9 bulan.

  1. Anakan perlu diseleksi

Penyeleksian anakan dilakukan untuk beberapa tujuan, antara lain digemukkan, sebagai indukan, atau ternak tangkas. Untuk tujuan tersebut, anakan harus mulai dipisahkan dalam kandang baterai. Pemisahan ini akan memudahkan dalam memberikan pakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Sumber: Buku Langkah Sukses Menjadi Peternak Domba & Kambing Secara Otodidak

Loading...
Loading...