Hutan Mangrove Pasuruan Cegah Abrasi Sekaligus Sumber Pendapatan Nelayan

Pertanianku — Di Pasuruan terdapat Kebun Bibit Mangrove yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL). Kebun bibit tersebut berguna untuk menyuplai kebutuhan bibit untuk hutan mangrove yang akan ditanam di Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

hutan mangrove
foto: Pixabay

Mukarim, pengelola kawasan wisata mangrove sekaligus kebun bibit mangrove di wilayah tersebut mengungkapkan bahwa mangrove yang tumbuh di sepanjang pesisir terbukti mampu mencegah abrasi atau pengikisan pantai. Meskipun air laut pasang hingga gelombang laut utara sedang tinggi, jutaan pohon mangrove yang sudah tertanam di pesisir tersebut mampu menahan abrasi.

“Sangat aman, warga tidak perlu takut dengan abrasi atau banjir rob, karena hutan mangrove di sini sangat banyak, akar dan batang pohon mangrove berfungsi untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi,” papar Mukarim seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Kawasan hutan mangrove tersebut tidak hanya mampu menahan abrasi, tetapi juga menjadi habitat bagi hewan khas pantai, seperti bandeng, belanak, glodok, keong, tiram, kerang hijau, kadal, biawak, burung kuntul putih, udang putih, kepiting bakau, rajungan, capung, dan ular. Hewan-hewan tersebut bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar sehingga masyarakat tidak perlu menangkap terlalu jauh ke tengah pantai.

“Nelayan sekitar memperoleh keuntungan dari mangrove yang kian lestari ini, karena mereka menangkap ikan tidak jauh dari pantai dan bisa menjual hasil tangkapan mereka kepada para pengunjung,” jelas Mukarim.

Dirjen PRL, TB. Haeru Rahayu memberikan apresiasi kepada Mukarim atas usahanya untuk melestarikan hutan mangrove di Desa Penunggul. TB. Haeru menegaskan bahwa jajarannya akan siap mendukung Mukarim dan masyarakat lain untuk mengembangkan kawasan ekowisata mangrove menjadi lebih lestari dan terbebas dari sampah.

Baca Juga:  Perbanyak ASI dengan Kecombrang

“Ekosistem mangrove punya peran penting bagi kehidupan di wilayah pesisir, saya sangat menghargai kerja keras Pak Mukarim dalam menanam dan menjaga ekosistem mangrove untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Teruskan semangatnya dan harus ada penerus usaha ini,” ujar TB. Haeru.

 

 

 

 


loading...