Ikan Gabus, Ikan Pemangsa Keong Mas yang Bernutrisi Tinggi

Pertanianku — Petani di Pulau Jawa sering menggunakan ikan gabus untuk memusnahkan hama keong mas yang meresahkan. Pasalnya, keong mas tersebut dapat menyebabkan petani gagal panen padi. Oleh karena itu, banyak petani yang membudidayakan ikan bernutrisi ini di sawah yang sedang digarap.

ikan gabus
foto: Pertanianku

Ikan gabus termasuk ikan air tawar yang populer dan digemari oleh masyarakat. Keunggulan ikan pemakan keong mas ini terletak pada kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Kadarnya sama dengan ikan bandeng dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan ikan mas atau lele.

Kadar protein ikan gabus juga terbilang lebih tinggi dibanding telur, daging ayam, dan daging sapi. Tak hanya itu, nilai cerna protein ikan terbilang baik, mencapai lebih dari 90 persen. Kandungan protein kolagen ikan terbilang lebih rendah daripada daging ternak, yakni sekitar 3—5 persen dari total protein. Hal tersebut yang menyebabkan tekstur daging ikan air tawar ini lebih empuk dibanding daging ternak.

Rendahnya kolagen pada protein membuat daging ikan lebih mudah dicerna oleh bayi, lansia, dan orang-orang yang baru sembuh dari penyakit. Keunggulan lain dari kandungan protein ikan ini ialah kandungan albumin yang cukup tinggi.

Albumin memiliki peran yang sangat penting di dalam tubuh, yaitu membentuk jaringan sel baru. Tanpa adanya albumin, sel-sel di dalam tubuh akan sulit beregenerasi sehingga cepat mati dan tidak berkembang.

Albumin juga bermanfaat untuk membantu proses penyembuhan luka berjalan lebih cepat. Itu sebabnya pasien yang setelah menjalani operasi sering dianjurkan untuk mengonsumsi ikan gabus dengan harapan luka bekas operasinya cepat sembuh.

Tingginya kandungan albumin di dalam ikan gabus membuat bidang medis melirik ikan air tawar ini untuk diekstrak dan menggantikan serum albumin impor yang harganya sangat mahal.

Baca Juga:  Peluang Usaha Camilan Lezat dari Rumput Laut

Hasil penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa ekstrak ikan gabus juga mengandung mineral, seperti seng, tembaga, dan besi. Kandungan mineral tersebut berguna untuk membantu proses sintesis jaringan sehingga kandungan tersebut juga bermanfaat untuk pross penyembuhan luka.

Masyarakat Sulawesi Selatan dan Papua biasa mengolah ikan air tawar ini menjadi sup asam pedas. Sementara itu, masyarakat Jawa dan Sunda lebih sering mengolah ikan gabus menjadi ikan goreng.

Ikan gabus dapat diberikan kepada bayi dengan cara dipipil dan disajikan seperti nasi tim. Agar kandungan gizinya tidak berkurang terlalu banyak, sebaiknya ikan diolah dengan cara direbus atau dikukus. Meskipun, sebenarnya Anda bisa saja mengolah ikan air tawar ini dengan cara digoreng atau dibakar.