Ikan Kobia, Bernilai Ekonomis Tinggi dan Belum Banyak Dikenal


Pertanianku Ikan kobia (Rachycentron canadum) merupakan spesies ikan karnivora laut yang relatif baru dalam bidang budidaya dan belum banyak dikenal oleh masyarakat. Ketersediaan ikan ini masih terkendala karena masih sedikitnya budidaya. Oleh karena itu, nilai ekonomis ikan kobia sangat tinggi dan bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Ikan kobia
Foto: Shutterstock

Keunggulan utama ikan kobia ialah pertumbuhan yang cepat, di mana dalam jangka waktu 1 tahun ukurannya dapat mencapai 4—6 kilogram. Walaupun termasuk jenis ikan ukuran besar, ikan kobia  mudah beradaptasi dengan lingkungan budidaya. Ikan ini masih berkerabat dengan hiu. Sebab, bentuk tubuhnya mirip dengan hiu kecil.

Kobia hidup di perairan tropis dan subtropis. Ikan dengan dagingnya yang lezat ini banyak ditemukan di Pasifik, Atlantik, dan sebelah barat daya Meksiko. Sementara itu, budidaya kobia di Indonesia baru pada tahap percobaan. Namun demikian, pembenihan dan pembesaran kobia sudah bisa dilakukan.

Lokasi yang cocok untuk budidaya ikan kobia, di antaranya perairan selat kecil atau teluk yang terlindung dari ombak dan badai. Selain itu, pola pergantian massa airnya baik, bebas dari pencemaran, mudah memperoleh benih dan pakan, serta mudah terjangkau.

Keuntungan lain, kobia dapat dibudidayakan di tambak. Dengan begitu, populasi dalam sekali pemeliharaan bisa banyak dan dalam waktu singkat. Budidaya di tambak dilakukan saat ikan berbobot 25—100 gram. Ikan kobia adaptif sampai salinitas 5 per mil karena di habitat aslinya ikan kobia mampu hidup di muara.

Ikan kobia yang merupakan asli perairan Indonesia, sangat potensial dikembangkan dan bisa menjadi sumber ikan dalam mendukung program peningkatkan konsumsi ikan yang targetnya 70 kilogram per kapita pada 2024 mendatang.

Adapun terkait rasa dari daging ikan kobia, teksturnya lembut dan kulit sekitar kepala tebal seperti kulit sapi. Oleh karena itu, ikan kobia merupakan pilihan yang cocok untuk penggemar kikil kulit sapi. Namun, kulit ikan lebih aman dikonsumsi karena tergolong asam lemak tak jenuh yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Baca Juga:  Mengintip Peluang Bisnis Ternak Sugar Glider