Ikan Langka yang Masih Ada Hingga Sekarang


Pertanianku — Jenis ikan langka biasanya memiliki bentuk atau warna tubuh yang berbeda dengan ikan pada umumnya. Selain itu, ikan langka juga biasanya tidak memiliki jumlah yang banyak dan hanya hidup di beberapa perairan khusus.

ikan langka
Foto: Google Image

Jenis ikan langka ini memang memiliki nilai jual yang sangat tinggi sehingga banyak juga para pemburu ikan hias untuk mereka tangkap dan jual. Beberapa jenis ikan langka misalnya ikan Napoleon, harganya mencapai jutaan rupiah. Ikan jenis tersebut biasanya berada di perairan daerah tropis seperti di Kepulauan Riau.

Ada beberapa jenis ikan langka lainnya yang hidup di perairan Indonesia yang hingga saat ini masih bertahan. Berikut jenis-jenis ikan langka yang masih ada hingga sekarang.

  1. Orcaella breirostris (ikan pesut mahakam)

Ikan pesut mahakam berada pada urutan tertinggi dalam kategori ikan yang paling langka di Indonesia. Data yang diperoleh pada 2007, ikan ini populasinya tercatat tinggal 55 ekor. Jenis ikan ini hanya memiliki populasi pada tiga lokasi, yaitu di Sungai Mekong, Sungai Irrawady, dan Sungai Mahakam.

Kabar buruknya, populasi ikan pesut di Sungai Irrawady dan Sungai Mekong telah punah. Ikan pesut mempunyai bentuk hampir sama dengan lumba-lumba. Ikan pesut mempunyai bentuk moncong relatif datar. Ikan ini sering disebut lumba-lumba air tawar.

  1. Coelacanth (ikan raja laut)

Menurut penelitian yang dilakukan melalui identifikasi fosil, ikan coelacanth mempunyai seratus dua puluh spesies. Awalnya jenis ikan ini sudah dinyatakan punah, namun pada 1938, ikan tersebut ditemukan hidup. Ikan coelacanth ditemukan di Kepulauan Komoro. Lalu, jenis ikan tersebut juga pernah tertangkap jaring nelayan di perairan Manado Tua, Sulawesi Utara.

  1. Mola-mola/mola ramsayi (ikan matahari)
Baca Juga:  Ikan Segar Harus Diawetkan dengan Es Batu, Mengapa?

Ikan matahari atau mola-mola/mola ramsayi merupakan salah satu ikan incaran fotografer dan penyelam. Ikan mola-mola ini merupakan ikan langka yang tinggal di laut tropis ataupun subtropis. Ikan mola-mola berbeda dengan ikan yang lain karena hampir tidak mempunyai sirip pada ekornya. Ikan tersebut mempunyai clavus. Clavus tersebut berfungsi untuk menyambungkan sirip punggung dan sirip perut.

  1. Scleropages formosus (ikan arwana asia/peyang)

Ikan arwana asia menjadi salah satu jenis ikan langka di Indonesia. Pada 2004, ikan ini dinyatakan hampir punah oleh para peneliti. Penyusutan populasi ikan disebabkan oleh rusaknya habitat dan penangkapan liar oleh para nelayan yang ingin menjualnya sebagai ikan hias. Ikan arwana asia umumnya mempunyai warna perak.

Berdasarkan perbedaan warna, ikan arwana asia memiliki empat varian, yaitu hijau, merah, emas dengan ekor merah, dan warna emas. Ikan arwana asia berwarna hijau banyak ditemukan di Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Myanmar.

Ikan arwana asia berwarna merah banyak ditemukan di Indonesia. Sementara, ikan arwarna asia berwarna emas dengan ekor merah hanya dapat ditemukan di Indonesia. Adapun ikan arwana asia berwarna emas dapat ditemukan di Malaysia.

  1. Chitalia lopis (ikan lopis/belida)

Ikan lopis memiliki nama populer di Indonesia, yaitu ikan belida. Populasi ikan ini banyak terdapat di kawasan Sungai Belida di daerah Sumatera Selatan. Ikan belida juga dapat ditemukan di Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan semenanjung Malaya. Karena banyak sungai yang rusak, saat ini ikan belida mulai sulit ditemukan. Ikan belida adalah jenis ikan dari suku ikan punggung pisau (Notoppteridae).