Ikan Nila Asal Sumatera Utara Berhasil Tembus Pasar Amerika Berkat HACCP

Pertanianku — Belum lama ini daging ikan nila beku asal Sumatera Utara berhasil diekspor ke Amerika Serikat. Total ekspor ikan nila selama Oktober 2021 mencapai 278.352 kg dengan frekuensi pengiriman sebanyak 17 kali.

ekspor ikan nila
foto: pertanianku

Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Medan I, Muhammad Burlian, menerangkan, salah satu faktor yang menyebabkan keberhasilan ekspor tersebut adalah sertifikat hazard analysis critical point (HACCP). Pelaku usaha yang mengekspor sudah mengantongi sertifikat tersebut sehingga produknya bisa bersaing di pasar internasional.

“Kita berikan kemudahan, alhamdulillah daging nila beku juga masuk ke pasar ekspor khususnya Amerika Serikat,” tutur Burlian seperti dilansir dari laman kkp.go.id.

Tak hanya daging ikan nila beku yang berhasil dikirim, ada beberapa produk perikanan lainnya yang berhasil diekspor oleh SKIPM Medan I, yakni ikan layur beku, daging tuna beku, teripang kering, dan ikan kambing-kambing. Selain itu, ada juga komoditas hidup, yakni kepiting bakau, labi-labi, ikan jurung, dan ikan betutu.

Burlian melanjutkan, selama Oktober pihaknya sudah berhasil mengekspor produk perikanan mencapai 461.358 ekor dan 717,8 ton. Sementara itu, negara tujuan ekspor utamanya adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Singapura, Hongkong, dan Thailand.

Burlian memastikan, jajarannya akan terus berupaya memberikan layanan dan kemudahan bagi para pengguna jasa. Dengan begitu, kegiatan ekspor bisa memulihkan kondisi perekonomian masyarakat, khususnya pembudidaya ikan dan pelaku usaha terkait.

“Kita akan terus kooperatif dengan pelaku usaha. Dan satu lagi, kita jamin tidak ada pungli. Jadi kalau ada pungli, tolong lapor segera, pasti kita tindak lanjuti,” pungkas Burlian.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan pentingnya keberadaan unit pelaksana teknis (UPT) yang telah tersebar di berbagai daerah. UPT tersebut bisa menambah nilai ekonomi masyarakat dan negara.