Ikan Raja Laut, Ikan Purba Zaman Devonian

Pertanianku Ikan raja laut Coelacanth merupakan ikan purba yang hidup pada zaman Devonian atau sekitar 400 juta tahun lalu, bahkan umurnya lebih tua dari dinosaurus yang muncul pada zaman Triassic. Ikan ini telah diperkirakan punah sekitar 80 juta tahun lalu, jika dilihat dari jejak hidupnya yang berupa fosil-fosil purba. Namun, pada pertengahan 2019 masyarakat di sekitar Raja Ampat dihebohkan dengan penemuan ikan purba ini.

ikan raja laut
foto: CC BY-SA 2.5, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=3686623

Nelayan setempat secara tidak sengaja berhasil menangkap ikan raja laut ketika sedang melaut di perairan Urbanisopen, Raja Ampat, dengan kedalaman lebih kurang 60 meter. Ikan purba tersebut memiliki panjang total sekitar 98 cm dan berat sekitar 12,48 kg. Penemuan tersebut langsung dilaporkann ke Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong.

Ikan purba ini memiliki ciri morfologi yang cukup unik. Sosok ikan dapat mudah dikenali dari bentuk siripnya yang tebal berotot dan sirip ekor yang memiliki tambahan ekor kecil di bagian belakang.

Pada 1938, ikan raja laut pernah ditemukan di perairan Afrika Selatan di lepas pantai Sungai Chalumna. Kemudian pencarian ikan purba yang sudah dianggap punah ini mulai digencarkan. Ternyata, ditemukan kembali beberapa ekor ikan purba di perairan Kepulauan Komor, Madagaskar, Tanzania, Kenya, dan Zanzibar.

Di Indonesia, ikan raja laut merupakan jenis satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999. Ikan purba ini dilindungi secara nasional dan internasional dan sudah masuk Appendix I CITES.

Sebenarnya, penemuan ikan raja laut juga sempat terjadi beberapa tahun silam di Raja Ampat. Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengujian DNA untuk mengetahui apakah spesies tersebut merupakan spesies yang dimaksud.

Pada 1998, dunia kembali dihebohkan dengan penemuan ikan Coelacanth di perairan Sulawesi Utara. Dr. Mark Erdman bersama istrinya tidak sengaja menemukan ikan purba ini di sebuah pasar di Manado. Ia menduga ikan tersebut adalah the old four legs. Akhirnya, ia memfoto ikan tersebut dan menyerahkan hasil foto tersebut ke profesornya.

Baca Juga:  Ikan Sidat, Biota yang Dilindungi Terbatas

Karena penasaran, dirinya kembali lagi ke Manado untuk berburu ikan tersebut. Setelah berbulan-bulan melakukan penelitian, Erdman berhasil menemukan yang nelayan baru saja mendapatkan ikan tersebut. Sayangnya, nyawa ikan raja laut ini tidak bisa diselamatkan, tetapi jasadnya dibekukan dan diawetkan, lalu diserahkan ke Museum Zoologi LIPI di Cibinong.