Impor Bawang Putih Dinilai Tak Efektif

Pertanianku — Pemerintah berencana mengimpor 100 ribu ton bawang putih untuk Indonesia. Akan tetapi, Direktur Eksekutif The Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai kebijakan impor bawang putih tersebut tidak akan efektif. Hal ini karena dilakukan jelang masa panen yang bisa mengganggu keberpihakan kepada petani lokal.

impor bawang putih
Foto: Pixabay

“Kalau memang mau ada penugasan harusnya sudah dari beberapa bulan yang lalu. Impor bawang putih ini prosesnya tidak cuma seminggu dua minggu impornya,” kata Enny melalui pernyataan tertulis akhir pekan lalu.

Enny menuturkan, penugasan impor bawang putih kepada Bulog ini bisa mengarah kepada komersialisasi dan menyebabkan terjadinya penyalahgunaan wewenang. Pasalnya, hak impor bisa diberikan kepada importir lain.

Loading...

“Nanti ujung-ujungnya Bulog kasih penugasannya ke importir lain. Sama seperti kasus penugasan daging,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti kemampuan finansial Bulog dalam melaksanakan penugasan tersebut karena idealnya rencana untuk penyiagaan pasokan ini dibiayai oleh APBN.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, pengamat politik Hendri Satrio menilai langkah penugasan impor bawang putih kepada Bulog bisa mencederai janji politik untuk mengedepankan pertanian lokal.

Menurut dia, impor untuk tujuan ekonomi tidak mengalami masalah, tetapi ketidakmampuan dalam melakukan antisipasi pasokan sejak awal membuat pemerintah mau tidak mau harus melakukan impor dalam jumlah banyak.

“Harusnya sebelum impor, itu ada koordinasi antar menteri, Bulog dengan Kementerian Perdagangan dan juga dengan Kementerian Pertanian. Jangan sampai nanti pas impor masuk, petani malah panen,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah pengamat ekonomi maupun pengusaha melihat adanya potensi kerawanan dari rencana impor bawang putih yang akan dilakukan oleh Bulog. Meski demikian, Bulog telah menyatakan siap melaksanakan penugasan impor bawang putih dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp500 miliar.

Baca Juga:  Sistem Minapadi Indonesia Jadi Rujukan Dunia
Loading...
Loading...