Impor Gandum di Bandar Lampung Meningkat


Pertanianku – Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menyebutkan impor gandum naik sebesar 187,81% pada September 2016. Kenaikan impor gandum tersebut berkorelasi terhadap anjloknya harga singkong lokal di Bandar Lampung yang menyentuh Rp350/kg dari Rp1.200/kg.

Impor Gandum di Bandar Lampung Meningkat

“Meski impor gandum tidak masuk Lampung, namun berpengaruh besar dengan harga singkong petani lokal di Lampung,” jelas Kabid Distribusi BPS Lampung, Bambang Widjanarko, sebagaimana dikutip Republika (19/10).

Hal ini karena perdagangan bebas membolehkan para buyer membeli komoditas luar untuk kebutuhan industrinya. Persaingan harga komoditas sangat menentukan buyer mengeruk keuntungan untuk korporasinya. Dampaknya, petani singkong lokal di Bandar Lampung semakin terpuruk.

Bambang menambahkan untuk membatasi atau menyetop masuknya gandum impor tersebut, Kementerian Perdagangan yang bisa melakukannya. Selagi tidak ada larangan, ujar dia, praktik tersebut tetap akan dijalankan para konglomerasi industri tapioka terutama di Bandar Lampung.

BPS mencatat angka yang sangat signifikan perihal impor gandum ke Lampung. Menurut Bambang, dari tiga komoditas yang berkontribusi naiknya impor Lampung, gandum-ganduman 187,81% atau 2,4 juta dolar AS melebihi dua komoditas lainnya, yakni gula/kembang gula yang hanya sebesar 102,44% (18,7 juta dolar AS), dan binatang hidup seperti sapi bakalan sebesar 111,81% (14,3 juta dolar AS).

Baca Juga:  Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Tumbuh Hingga 70 Persen
loading...
loading...