Importir Akan Sediakan Bawang Putih Impor Sebanyak 500 Ton


Pertanianku – Perkumpulan petani bawang putih dan pengusaha bawang Indonesia (P3BI) akan menyiapkan sebanyak 500 ton bawang putih impor ke sejumlah pasar di berbagai daerah di tanah air selama Mei—Juni 2017. Hal ini bertujuan menjaga stabilisasi harga bawang putih yang merangkak naik sejak sebelum Ramadan.

Sekretaris P3BI Nurul Shanti Wardhani mengatakan untuk membantu pemerintah menjaga stabilisasi pangan, khususnya bawang putih, pihaknya menggelar Operasi Stabilisasi Harga Bawang (OSHB) selama Ramadan hingga menjelang Lebaran nanti.

“Kami mengikuti imbauan pemerintah. Kali ini kita turunkan satu kontainer bawang atau sebanyak 1.475 kg ke Pasar Induk Kramat Jati. Ini bentuk komitmen kami mendukung kebijakan pemerintah,” kata Nurul di sela-sela OSHB di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur di Jakarta, belum lama ini seperti melansir Antaranews (30/5).

Pihaknya akan menjual harga bawang putih impor seharga Rp22.500 per kilogram (kg) di tingkat pedagang sehingga diharapkan sampai ke konsumen tidak sampai Rp40.000 per kg seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Nurul menyatakan, OSHB tersebut akan digelar juga di dua pasar induk lain di luar Jakarta, yakni Pasar Cibitung Bekasi serta Pasar Tanah Tinggi Tangerang secara bertahap sehingga harga bawang  akan stabil. Untuk pemerataan, pihaknya membatasi penjualan bawang putih ke pedagang maksimal hanya 50 sak yang mana setiap sak berisi 20 kg atau setiap pedagang hanya mendapatkan jatah 1.000 kg.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Umum P3BI Edu Herdi yang menyebutkan harga bawangdiperkirakan akan turun lagi menyusul panen besar di Cina dalam waktu dua minggu lalu. Menurut dia, bawang putih impor yang masuk ke Indonesia banyak berasal dari Cina. Selain itu, juga ada dari India dan Pakistan. “Kualitas bawang Cina lebih baik karena umbinya lebih besar ketimbang dari India,” tuturnya.

Baca Juga:  Ribuan Hektare Sawah Rusak Akibat Hama

Jumlah kebutuhan bawang putih di tanah air mencapai 450 ribu ton per tahunnya. Produksi bawang  dalam negeri belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan tersebut. Bahkan, diperkirakan bawang impor mengisi hampir 95 persen kebutuhan dalam negeri. “Produksi bawang putih kita sedikit sekali. Dulu ada di Temanggung, Simalungun, dan Mojokerto, tapi kini hanya sedikit petani yang membudidayakan,” tambahnya.

Terlebih lagi pemerintah telah memiliki keputusan bagi setiap importir bawang untuk wajib membudidayakan bawang putih sebanyak 5% dari volume impor.

Untuk itu, pihaknya akan berupaya melaksanakan kewajiban tersebut. Praktiknya, P3BI akan bekerja sama dengan kelompok tani yang telah ditunjuk Kementerian Pertanian. “Detailnya nanti seperti apa, saya belum mengetahui. Tapi nanti kami berharap pemerintah juga memfasilitasi kelompok taninya. Kita akan ikuti saja,” tutupnya.

loading...
loading...