Indeks Nilai Tukar Petani Naik 0,37 Persen pada Mei 2018


Pertanianku — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks nilai tukar petani (NTP) secara nasional meningkat 0,37 persen menjadi 101,99 pada Mei 2018. Jumlah tersebut dibandingkan dengan bulan sebelumnya, April yang hanya 101,61. Kenaikan tersebut dipicu oleh membaiknya harga komoditas seperti karet dan tembakau.

indeks nilai tukar petani
Foto: Pixabay

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, kenaikan harga komoditas tersebut membuat indeks harga yang diterima petani meningkat hingga 0,61 persen menjadi 134,56. Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani atas kebutuhan konsumsinya hanya naik 0,24 persen menjadi 131,93.

“Misalnya, untuk tanaman perkebunan rakyat meningkat indeks harga yang diterima petaninya karena ada kenaikan harga untuk komoditas karet dan tembakau,” kata Ketjuk, sapaan akrabnya, seperti dikutip CNN Indonesia, Senin (4/6).

Kenaikan nilai tukar petani (NTP) dialami oleh semua subsektor tanaman. Misalnya saja untuk sektor tanaman pangan, kenaikan mencapai 0,3 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh membaiknya harga palawija seperti ketela dan jagung.

Selain itu, untuk sektor hortikultura, kenaikan yang mencapai 0,02 persen dipicu oleh naiknya harga buah-buahan seperti pisang dan apel, serta tanaman obat seperti jahe dan lengkuas. Untuk sektor tanaman perkebunan rakyat, mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh membaiknya harga karet dan tembakau.

Disamping itu, untuk sektor peternakan mengalami kenaikan 0,48 persen yang didorong oleh harga telur ayam ras dan sapi potong. Sementara, perikanan mengalami kenaikan 0,59 persen yang dipicu oleh perbaikan harga komoditas ikan kakap, udang, ikan nila, dan ikan lele.

Secara keseluruhan, peningkatan NTP tertinggi terjadi di Sulawesi Barat. Kenaikan NTP di daerah tersebut mencapai 2,23 persen. Adapun penurunan NTP tertinggi terjadi di Riau hingga 1,92 persen.

Baca Juga:  Harga Hewan Kurban di Sukabumi Naik Menjelang Idul Adha

Sementara itu, indeks Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sebesar 111,38 atau naik 0,32 persen dari bulan sebelumnya, yaitu April. Adapun peningkatan NTUP juga terjadi di semua subsektor.

loading...
loading...