Indonesia dan Belgia Jalin Kerja Sama di Bidang Peternakan

Pertanianku — Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI), Syahrul Yasin Limpo, bersama Menteri Usaha Kecil, Wiraswasta, SME, dan Pertanian Belgia, David Clarinval, baru saja menandatangani Pernyataan Kehendak atau Letter of Intent  (LoI) untuk penguatan kerja sama peternakan di bidang kualitas dan keamanan kesehatan hewan.

kerja sama peternakan
foto: Pixabay

Kerja sama tersebut merupakan kolaborasi lanjutan di bidang pertenakan. Kolaborasi tersebut meliputi manajemen pemeliharan dan standar sanitasi untuk peternakan Belgian Blue di Indonesia.

“Kita harapkan kerja sama ini dapat membantu fasilitas akses pasar komoditas pertanian, pengembangan kapasitas, kerja sama teknis, dan penelitian bersama antara kedua pihak,” ungkap Syahrul seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Syahrul menerangkan selama ini Indonesia sudah meningkatkan surplus perdagangan dengan Belgian, terutama dari komoditas kopi, karet, tembakau, minyak kelapa sawit, kelapa, dan kakao. Sementara itu, Belgia juga menikmati surplus dari produk susu, mentega, kentang, gandum, dan lain-lain.

Lebih lanjut Syahrul menjelaskan Kementerian Pertanian (Kementan) RI memiliki visi untuk mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Kebijakan pertanian tidak hanya menitikberatkan pada transformasi dan penguatan sistem pangan secara lebih holistik dan terintegrasi, tetapi juga berkomitmen terhadap pertanian berkelanjutan yang sesuai dengan kelestarian lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Indonesia dan Belgian Blue Group sudah menjalin kerja sama sejak 2015 untuk mendongkrak produksi daging sapi di Indonesia. David menyambut baik inisiatif Indonesia yang ingin mengembangkan kerja sama tersebut.

“Kami siap untuk lebih lanjut melakukan pendampingan di bidang manajemen pemeliharaan, pakan, dan kesehatan ternak Belgian Blue Group di Indonesia,” ungkap David.

David juga menyampaikan dukungan penuh penyelesaian perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). Perundingan tersebut dinilai mampu menjadi alat untuk memulihkan ekonomi atau pertumbuhan pada tahun-tahun ke depan.

Baca Juga:  Kriteria Bibit Kelinci yang Bagus