Indonesia Diprediksi Darurat Susu Segar Dalam Negeri Pada 2020


Pertanianku — Indonesia diprediksi akan mengalami darurat susu segar dalam negeri pada 2020 mendatang. Hal itu disampaikan oleh Dewan Persusuan Nasional karena kemampuan produksi susu segar dalam negeri diperkirakan hanya mampu memenuhi 10 persen dari kebutuhan nasional.

darurat susu segar
Foto: Google Image

“Masalah persusuan ini lampu merah bagi Indonesia. Artinya, impor kita akan semakin besar sampai 90 persen,” kata Ketua Dewan Persusuan Nasional, Teguh Boediyana seperti dikutip Republika, Kamis (8/3/2018).

Oleh karena itu, Teguh, melalui Dewan Persusuan Nasional meminta supaya pemerintah lebih serius menanggapi ancaman ini. Penegakan aturan-aturan yang sudah dibuat dengan tegas juga harus dilakukan.

“Sebab, kebutuhan susu itu meningkat terus. Harus ada langkah-langkah konkret untuk meningkatkan produksi susu segar dalam negeri,” ujar dia.

Ia juga menuturkan bahwa pemerintah perlu mendorong industri pengolahan susu (IPS) agar mau memanfaatkan produksi susu segar dalam negeri. Salah satunya melalui kemitraan dengan peternak sapi perah lokal.

“IPS itu menyerap susu harus dipaksa. Tidak sesederhana yang di pikiran. Perlu dipaksa,” tukasnya.

Menurut pengakuan Teguh, selama ini Dewan Persusuan Nasional tidak pernah dilibatkan oleh pemerintah dalam memecahkan persoalan.

“Dewan Persusuan Nasional tidak pernah diajak bicara oleh Kementerian Pertanian. Di rapat-rapat tidak pernah dianggap,” ungkap dia.

Sebelum masalah darurat susu ini terjadi, Teguh berharap pemerintah bisa menyelesaikan persoalan susu ini secara komprehensif. Sebab menurut dia, potensi pasar dalam negeri ke depannya harus bisa semaksimal mungkin memberdayakan produksi susu dalam negeri.

Seperti diketahui, saat ini produksi susu segar dalam negeri hanya memenuhi 18 persen dari total kebutuhan nasional, yakni 4,45 juta ton per tahun. Sisanya, yaitu sebanyak 82 persen kebutuhan susu nasional dipenuhi dengan cara impor.

Baca Juga:  Manfaat Beternak Unggas Bagi Masyarakat