Indonesia Jadi Jalur Migrasi Burung Pemangsa


Pertanianku — Indonesia merupakan wilayah yang menjadi jalur migrasi burung pemangsa. Setiap tahun, ketika bumi belahan utara memasuki musim dingin, burung pemangsa akan melakukan perjalanan jauh ke bumi bagian selatan. Tujuannya, yaitu mencari makanan karena di wilayah asalnya seperti Cina, Jepang, dan Siberia, sumber pakannya mulai sulit didapat.

jalur migrasi burung pemangsa
Google Image

Di Indonesia, kegiatan pengamatan burung migrasi sudah dilakukan sejak era 90-an di wilayah Puncak, Bogor. Saat itu, pengamat burung dari Indonesia, Inggris, dan Jepang, yaitu Rudyanto, Adrian Long, dan Kazuo Koyama tidak sengaja melihat sekelompok elang melintasi jalur Puncak.

Hingga kini, lokasi tersebut digunakan pengamat burung dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) untuk memonitoring migrasinya burung pemangsa.

“Pengamatan burung pemangsa di Bukit Paralayang, Puncak, Bogor, kami lakukan pagi hingga sore hari. Sekitar 1.000 individu terpantau jelas. Jenisnya elang-alap cina, elang-alap nipon, dan sikep-madu asia yang dalam satu kelompok terlihat hingga ratusan individu. Mereka terbang mengikuti arah angin dan thermal,” ungkap Rudyanto dikutip dari Mongabay Indonesia.

Rudy menuturkan, pengamatan migrasi burung pemangsa tidak hanya dilakukan di Puncak. Pada waktu yang sama juga dilakukan oleh pengamat dari Be Wildlife Photography, Bandring, Bicons di seputaran Gunung Batu, Bandung.

Selain itu, Paguyuban Pengamat Burung Jogja di Watu Goyang, Jogjakarta; pengamat burung Satwa Bali, Kokokan, juga Himabio Udayana di Gunung Sega, Bali melakukan kegiatan yang sama.

Biodiversity Conservation Specialist Burung Indonesia, Ferry Hasundungan dalam pengamatannya pada 28 Oktober 2017, melaporkan bahwa beberapa jenis raptor kemungkinan datang lebih awal. Ia mengatakan, sebagian bermigrasi dengan tujuan wilayah Indonesia, lainnya hanya transit.

“Memasuki Maret, mereka bergerak kembali ke tempat asalnya,” kata Ferry.

Baca Juga:  Leonardo DiCaprio, Kumbang Air Spesies Baru Asli Indonesia

Sebelumnya, dalam Jurnal The Asian Raptor Research & Conservation Network (ARRCN) 2015 telah terangkum perjalanan burung pemangsa bermigrasi dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Sunda kecil, dan Papua, mulai 2010—2011.

Sebanyak 25 jenis burung terpantau dengan individu yang paling banyak adalah dari jenis elang-alap cina (Accipiter soloensis), yaitu 78.4%, yang diikuti sikep-madu asia, dan elang-alap jepang.

Sementara jenis lain yang sangat jarang terlihat namun terpantau adalah baza hitam (Aviceda leuphotes), elang-ular jari-pendek (Circaetus gallicus), elang-rawa katak (Circus aeruginosus), elang-rawa timur (Circus spilonotus), elang-alap shikra (Accipiter badius), elang-alap besra (Accipiter virgatus), elang sayap-coklat (Butastur liventer), elang buteo (Buteo buteo), rajawali totol (Aquila clanga), rajawali ekor-baji (Aquila audax), elang wetiwel (Hieraaetus pennatus), alap-alap erasia (Falco tinnunculus), dan alap-alap walet (Falco subbuteo).

loading...
loading...