Indonesia Kini Tak Lagi Impor Beras dan Jagung


Pertanianku – Kementerian Pertanian RI (Kementan) kembali memberikan penghargaan kepada para petani, kelembagaan ekonomi petani, penyuluh pertanian, dan Balai Penyuluh Pertanian Kecamataan pada tahun ini. Kementan memberikan penghargaan tersebut kepada 15 pihak berprestasi dengan masing-masing mendapatkan hadiah sebesar Rp20 juta.

Foto: pexels

Untuk kelembagaan ekonomi petani, yakni Koperasi Tani Margo Dadi, Gunung Kidul (DI Yogyakarta), Koperasi Tani Syariah Harapan Bersama, Lombok Barat (NTB), dan Koperasi Tani Teobromo, Sigi (Sulawesi Tengah).

Adapun untuk petani berprestasi diraih oleh Asep Halim Jamaludin (Ciamis, Jawa Barat), Mursidin (Lombok Barat, NTB), dan Karel P. (Kota Jayapura, Papua).

Sementara, penghargaan untuk penyuluh pertanian teladan diberikan kepada Nurul Aida (penyuluh pertanian Aceh Besar, Aceh), Rudi Efendi Hasibuan (THLTBPP Serdang Bedagai, Sumatara Utara), dan Herlina (penyuluh pertanian Lampung Timur, Lampung).

Untuk Balai Penyuluhan Kecamatan berprestasi, penghargaan diberikan kepada BPP Medan Krio (Sumatera Utara), BPP Sungai Kunyit (Mempawah, Kalimantan Barat), dan BPP Marioriwawo (Sopeng, Sulawesi Selatan). Sisanya adalah pemenang lomba karya ilmiah dosen Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan, pertanian Indonesia kini sudah maju. Bahkan, kini Indonesia tak impor beras dan jagung lagi.

“Produksi padi dan jagung kita mengalami lompatan besar sehingga kita tidak impor. Kita ini negara yang sustainable agriculture nomor 16, bahkan Amerika Serikat saja nomor 19,” ujarnya dalam keterangan tertulis seperti mengutip Republika (18/8).

Ia juga berkomitmen mengembalikan kejayaan perkebunan, terutama rempah-rempah. Saat ini ada alokasi anggaran sebanyak Rp5,5 triliun untuk membagikan bibit pala dan cengkeh secara gratis. “Ini pertama dalam sejarah perkebunan kita,” tuturnya.

Menteri Amran menampik pemerintah tidak menyayangi petani. Justru, kata Mentan, pemerintah sangat menyayangi petani. Salah satunya adalah program asuransi pertanian untuk melindungi petani dari gagal panen.

Baca Juga:  Kawanan Paus Terdampar di Pantai Ujung Kareung Aceh Besar

Begitu juga bantuan pemerintah untuk memperbaik 3 juta hektare irigasi yang rusak. Contohnya di Jawa Barat, kini sawah beririgasi bertambah. Belum lagi bantuan alat mesin pertanian yang jumlahnya cukup besar, bahkan naik 2.000 persen. “Petani yang biasanya pakai cangkul, sekarang sudah pakai alsintan,” terangnya.

Untuk menjaga harga jual, Amran mengatakan, pemerintah telah menetapkan harga dasar. Misalnya, bawang merah pemerintah ditetapkan Rp5.000 per kilogram.

Sementara untuk menjaga harga gabah petani, selain ada harga pembelian pemerintah (HPP), pemerintah telah mengeluarkan kebijakan agar Bulog membeli gabah petani di luar kualitas. Bahkan, Bulog juga bisa membeli gabah yang berada di atas kualitas HPP dengan cara komersial.

Dia mengatakan apabila luas tanam mencapai 9 juta hektare, hanya sekitar 0,47 persen lahan padi yang terkena serangan hama wereng. “Yang dianggap berbahaya itu, kalau serangannya (hama) sudah mencapai 5 persen dari luas tanam. Kalau hanya 0,47 persen masih aman,” tutup Mentan.

loading...
loading...