Indonesia Mampu Ubah Sawit Jadi Bahan Bakar Berkualitas, Eropa Panik?

Pertanianku — Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menemukan teknologi baru, yakni mengubah minyak sawit jadi bahan bakar nonfosil (nabati) dengan katalis. Temuan ini ternyata membuat gempar di beberapa negara di Eropa.

minyak sawit jadi bahan bakar
Foto: Pixabay

“Baru dikoar-koar begitu saja bahwa sawit Indonesia akan diserap oleh Pertamina dan ITB sebagai energi, mereka panik karena ternyata sawit di Indonesia telah dapat diolah dan diserap sendiri,” ujar salah satu akademisi Reaksi Kimia dan Katalis Institut Teknologi Bandung (ITB), IGB Ngurah Makertiharta, seperti dilansir Liputan 6, Rabu (1/5).

Ia memaparkan, inovasi terbaru ini dilakukan karena melimpahnya minyak sawit di Indonesia disebabkan Eropa telah menolak dan mengurangi pemakaian minyak sawit Indonesia. Namun demikian, Makertiharta menyatakan, ternyata tidak semua pelaku pengusaha Eropa tidak melarang sawit Indonesia 100 persen, selalu ada konflik kepentingan.

Loading...

Sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia saat ini telah memproduksi minyak kelapa sawit sebanyak 46 juta ton per tahun. Akan tetapi, baru tiga juta ton per tahun yang dapat diolah menjadi PKO (Palm Kernel Oil). Untuk itu, saat ini banyak kementerian dan pengusaha swasta yang memberikan dukungan kepada ITB guna mengembangkan lebih jauh inovasi ini.

Makertiharta mengungkapkan, inovasi bahan bakar nabati yang berasal dari minyak sawit ini bahkan juga telah dilakukan oleh Eropa di Singapura dengan menggunakan bahan baku sawit dari Indonesia.

“Pabrik untuk menghasilkan drop in diesel di Singapura punya-nya Eropa, tapi dia buat pabrik di Singapura, dibawa sawit ke Singapura dijual di Eropa dan Singapura. Kenapa kita tidak lakukan juga?” ujar dia.

Ia menuturkan, jika industri ini dikembangkan, harga sawit rakyat juga dapat meningkat karena bisa diserap untuk sektor energy.

Baca Juga:  Keju dari Susu Keledai Termahal di Dunia

Impact-nya apa? industri bisa jadi buffer, harga sawit rakyat turun ambil saja untuk energi, habis itu sawit rakyat harganya naik lagi,” katanya.

Sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, tidak heran jika Indonesia terus berupaya untuk mengolah sumber daya alamnya yang berlimpah ini. Saat ini, Indonesia telah berhasil mengembangkan energi terbaru berbasis minyak nabati yang berasal dari minyak sawit.

Salah satu bahan utama selain minyak sawitnya sendiri, yaitu katalis atau bahan yang dapat mempercepat dan mengarahkan reaksi kimia. Katalis ini juga dikenal dengan nama Katalis Merah Putih. Sebagai bahan yang dapat membuat minyak sawit dapat diubah menjadi bahan bakar nonfosil dengan kualitas tinggi.

“Tanpa katalis, minyak sawit tidak bisa berubah tetap seperti itu,” ujar ahli Teknologi Reaksi Kimia dan Katalis, Prof. Dr. Subagjo di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Selasa, (30/4) lalu.

Bahan bakar nabati yang dihasilkan dari proses ini adalah bahan bakar yang bersifat drop-in, yang berarti bahan bakar ini dapat dipakai dalam mesin bakar secara langsung tanpa harus dicampur dengan bahan bakar fosil. Setelah diuji, minyak sawit yang telah diolah dengan katalis ini hasilnya sangat persis dengan senyawa yang ada pada energi fosil. “Senyawanya sama persis seperti energi fosil,” ujar dia.

Energi yang dihasilkan ini diberi nama sesuai dengan jenisnya, yaitu jika bensin menjadi bensin nabati, diesel menjadi diesel nabati, dan avtur juga jadi avtur nabati.

Loading...
Loading...