Indonesia Penuhi Kebutuhan Sarang Walet Tiongkok Sebesar 72 Persen


Pertanianku – Potensi sarang walet di Indonesia memang tak perlu diragukan lagi. Inilah yang membuat Badan Karantina Pertanian mengekspor sarang walet sebanyak 464,5 kilogram atau senilai Rp13 miliar milik PT Tong Heng Investment Indonesia ke Cina/Tiongkok.

Foto: pixabay

Pasalnya, negeri tirai bambu tersebut merupakan konsumen sarang walet terbesar di dunia. Di Tiongkok, sarang walet menjadi komoditas unggulan, terutama ketika perayaan Imlek dan tahun baru Masehi.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian Mulyanto menjelaskan, sebelumnya terdapat tujuh perusahaan lain yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat melakukan ekspor sarang walet secara langsung ke Tiongkok.

Bahan baku ekspor sarang walet kali ini diperoleh dari 31 rumah walet teregistrasi yang berada di Sumatera Selatan.

Terhitung Juli 2017, sebanyak 72,31 persen kebutuhan sarang walet Tiongkok diimpor dari Indonesia. Kemudian Malaysia dan sisanya dari Brasil, Taiwan, dan Australia.

“Nilai ekspor sarang walet ke Tiongkok mencapai US$40,43 juta. Naik 170 persen dari 2016 yang hanya mencapai US$14,99 juta,” terang Mulyanto dikutip dari keterangan tertulisnya, (10/10).

Untuk itu, pemerintah Indonesia tidak menyia-nyiakan peluang pasar yang besar tersebut. Oleh karena itu, Badan Karantina Pertanian menjadi institusi yang menjamin keamanan produk sarang walet yang akan diekspor bebas dari avian Influenza atau flu burung dan penyakit unggas lainnya dan membangun sistem ketelusurannya.

Bersama dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca-Panen dan Kementerian Perdagangan memberikan fasilitasi terhadap calon perusahaan eksportir dalam memenuhi persyaratan teknis ataupun nonteknis sebagaimana yang disepakati dalam protokol.

Menurutnya untuk menembus pasar Tiongkok cukup sulit. Hal ini karena sarang walet yang diekspor memiliki sejumlah prosedur persyaratan yang cukup tinggi, khususnya sistem ketelusuran (traceability) dan pemenuhan hygiene dan sanitasi, serta bebas dari avian influenza/flu burung dan penyakit unggas lainnya.

Baca Juga:  Pseudoliparis swirei, Spesies Baru dari Tempat Terdalam di Bumi
loading...
loading...