Indonesia Pimpin Komite Evaluasi Badan Pendanaan Pembangunan Pertanian PBB


Pertanianku — Indonesia terpilih untuk memimpin Komite Evaluasi Badan Pendanaan Pembangunan Pertanian PBB (International Fund for Agricultural Development/IFAD). Pada Sesi ke-101 Komite Evaluasi IFAD di Roma, Italia, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Roma, JS George Lantu, secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Komite periode 2018—2021.

Komite Evaluasi Badan Pendanaan Pembangunan Pertanian
Foto: Google Image19

Mengutip Republika, Jumat (29/6/2018), Komite Evaluasi merupakan badan subsider IFAD yang memiliki peran vital. Peran tersebut, yakni mendukung fungsi pengawasan Dewan Eksekutif IFAD sebagai badan pengambilan keputusan bagi proyek pembangunan pertanian dan pemajuan pedesaan tertinggal di 176 negara anggota IFAD.

Hasil pembahasan dan rekomendasi komite evaluasi terhadap implementasi berbagai proyek pendanaan pertanian, strategi kebijakan, dan struktur keuangan IFAD menjadi referensi utama bagi upaya penyempurnaan hasil dan kinerja IFAD.

Indonesia sebagai Ketua Komite Evaluasi IFAD menunjukkan dukungan negara-negara anggota IFAD terhadap peran dan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung pembangunan pedesaan. Khususnya terkait pengentasan kemiskinan dan peningkatan ketahanan pangan. Hal itu tertuang melalui keterangan pers KBRI Roma yang diterima di Jakarta, Jumat (29/6).

Pada Sesi ke-101 tersebut, Komite Evaluasi IFAD juga mengevaluasi dampak positif dan tantangan pada proyek pendanaan pertanian di Kamerun dan Peru, serta pengembangan arsitektur keuangan IFAD. Sejak dibentuk pada 1977 hingga 2016, IFAD telah mengesahkan lebih dari 1.037 proyek pendanaan yang telah menyentuh dan membantu sekitar setengah miliar petani di dunia.

Untuk program pembangunan pertanian IFAD periode ke-10 (2016—2018), IFAD telah menargetkan untuk mengucurkan program pinjaman dan hibah pertanian senilai lebih dari 3,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Kerja sama Indonesia dan IFAD sejak 1980 itu semakin diperkuat pada 2017 dengan pembukaan kantor perwakilan IFAD di Indonesia yang juga menjadi pusat regional IFAD untuk sub-Asia Tenggara dan Pasifik.

Baca Juga:  Mentan: Impor Jagung untuk Amankan Peternak Kecil