Indonesia Produsen Cokelat Terbesar Ketiga di Dunia


Pertanianku – Sebagai produsen cokelat terbesar ketiga di dunia, Indonesia harus selalu mempertahankan kualitas hasil panen cokelat. Kualitas cokelat Indonesia tak kalah dengan cokelat produksi Eropa. Kualitas cokelat yang dihasilkan Indonesia memiliki keunggulan tersendiri karena penyebaran kakao di nusantara memiliki ciri khasnya masing-masing.

Creative & Corporate Communication Manager PT Gandum Mas Kencana, Iman Setia, mengatakan sebagai produsen cokelat pihaknya sangat bangga dengan kualitas cokelat lokal tersebut.

“Cokelat Indonesia itu kualitasnya sejajar dengan cokelat lain kelas dunia. Perlu diketahui Indonesia merupakan produsen cokelat terbesar ketiga dunia setelah Pantai Gading dan Ghana,” kata Iman dalam siaran persnya, seperti melansir Republika (11/4).

Iman menjelaskan tanah di Indonesia paling bagus untuk menanam cokelat. Sementara daerah utama penghasil cokelat adalah Sulawesi, Jawa Timur, Bali, dan Papua. Selama ini, orang hanya kenal cokelat Belgia. Sebab, mereka mempunyai teknologi pengolahan cokelat yang bagus. Padahal, Indonesia sudah mengekspor cokelat ke Eropa dan Afrika.

“Bisa saja cokelat yang diolah di Eropa itu cokelat dari Indonesia. Cokelatnya dari kita, namun mereka memiliki teknologi pengolahan cokelatnya,” ujar Imam.

Di Indonesia sendiri, tingkat konsumsi akan cokelat masih sangat rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara lain. Di Indonesia satu orang mengonsumsi cokelat dalam setahun hanya mencapai beberapa gram. Padahal, di Malaysia dan Eropa satu orang mengonsumsi cokelat bisa beberapa kilogram per tahunnya.

“Di Indonesia cokelat masih dianggap sebagai barang mahal. Ini tantangan sekaligus pangsa pasar bagi produk cokelat di dalam negeri,” tambah Iman.

Menurutnya, prospek ekonomi di bidang cokelat masih menjanjikan. Selain untuk pangsa pasar dalam negeri, juga luar negeri. Ekspor cokelat selama ini dilakukan ke Cina, Timur Tengah, Filipina, Malaysia, Singapura, Eropa, Rusia, India, dan Mesir.

Baca Juga:  Peta Lahan Pertanian Kini Tersedia Online
loading...
loading...