Industri Wisata Islandia Terancam Rusak Akibat Aturan Perburuan Paus

Pertanianku — Industri wisata Islandia terancam rusak akibat aturan perburuan paus yang baru dikeluarkan baru-baru ini. Islandia memang menerbitkan aturan lima tahunan mengenai perburuan paus. Aturan baru ini mengizinkan penduduk Islandia untuk melakukan perburuan paus selama lima tahun ke depan, termasuk sekitar 2.130 paus balin.

perburuan paus
Foto: Pixabay

Melansir CNNIndonesia (26/2) Menteri Perikanan Kristjan Juliusson mengumumkan kuota tahunan 209 paus sirip dan 217 paus minke untuk lima tahun ke depan. Hal ini tentu menuai pro dan kontra di Islandia. Banyak penduduk sepakat mendukung perburuan paus ini. Sementara, kalangan pengusaha dan politisi menentangnya karena terkait industri wisata di negara Kepulauan Atlantik Utara tersebut.

Para pengusaha dan politisi mengungkapkan bahwa perburuan paus dapat merusak reputasi industri wisata Islandia yang sedang berkembang dan menjadi andalan ekonomi negara.


Loading...

“Kami berisiko merusak sektor pariwisata, industri kami yang paling penting,” kata legislator Bjarkey Gunnarsdottir, merujuk pada kritik internasional dan tekanan diplomatik yang dihadapi Islandia karena mengizinkan perburuan paus secara komersial.

Sementara, Asosiasi Industri Perjalanan Islandia mengeluarkan pernyataan pada hari Jumat (22/2) yang mengatakan bahwa pemerintah merusak “kepentingan besar” negara dan reputasi negara untuk memberi manfaat bagi sektor perburuan paus yang pasarnya terbilang kecil.

“Pasar mereka untuk daging ikan paus adalah Jepang, Norwegia, dan Republik Palau,” kata pernyataan pariwisata itu. “Pasar kami adalah seluruh dunia.”

Pernyataan tersebut didukung dengan data dari Badan Statistik Islandia yang mengatakan pariwisata menyumbang 8,6 persen ekonomi Islandia. Bahkan, pada 2016 industri wisata menghasilkan pendapatan lebih tinggi dari industri perikanan Islandia untuk pertama kalinya.

Berdasarkan data Direktorat Perikanan setempat, pada 2018 lalu perburuan paus secara komersil telah membunuh lima paus minke dan 145 paus sirip. Empat kapal bertombak dari tiga perusahaan pelayaran Islandia justru mengalami kerugian atau untung kecil. Dan, sejak 2006 perusahaan perburuan paus memang tidak pernah memenuhi kuota tangkapan. Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional (IWC) memberlakukan larangan perburuan ikan paus komersial pada 1980-an karena semakin berkurangnya populasi paus di lautan. Jepang pada Desember mengatakan menarik diri dari IWC karena tidak sepakat dengan larangan tersebut. Sementara, Islandia hingga saat ini masih menjadi anggota IWC.

Loading...
Loading...