Informasi Penting untuk Pemula yang Tertarik Ternak Kambing dan Domba

Pertanianku— Saat memulai ternak kambing dan domba, para pemula seringkali menghadapi kesulitan dan kebingungan karena semuanya baru dipelajari. Meski terbilang sulit dan melelahkan, Anda tidak boleh putus asa karena itu merupakan bagian proses yang harus dilewati untuk menjadi peternak kambing dan domba. Salah satu modal penting yang harus dimiliki, bahkan dari sejak sebelum memulai usaha ternak adalah wawasan.

ternak kambing dan domba
foto: Trubus

Usaha ternak kambing dan domba tidak boleh dilakukan sembarangan. Itu sebabnya Anda memerlukan wawasan yang memadai. Ada banyak hal yang perlu Anda ketahui. Berikut ini informasi penting untuk memulai ternak kambing dan domba. 

Lokasi ternak kambing yang tepat

Pada dasarnya, kambing dan domba memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan sehingga usaha ternak bisa dilakukan di daerah pantai yang panas hingga daerah pegunungan yang dingin. Namun, Anda harus tahu, ada beberapa daerah tertentu yang dapat membuat pertumbuhan kambing optimal. Daerah yang ideal bagi kambing dan domba adalah daerah bertemperatur sekitar 25–30°C dengan tingkat kelembapan udara tidak begitu tinggi.

Di daerah dengan tingkat hujan yang tinggi kurang baik bagi kambing, walaupun daerah tersebut dapat menyediakan sumber pakan hijauan yang banyak. Intensitas hujan yang tinggi dapat menyebabkan tingkat kelembapan juga tinggi. Kondisi tersebut kurang baik karena bisa menyebabkan ternak mudah terserang penyakit, salah satunya flu.

Selanjutnya, ternak lebih mudah dilakukan pada lahan datar dibanding daerah miring seperti bukit. Anda juga harus memperhatikan sumber air yang digunakan untuk minum, membersihkan alat dan kandang, serta pengairan lahan kebun rumput. Air bersih yang mengalir dianggap lebih baik dan murah dibanding air tanah yang didapatkan dengan pompa.

Baca Juga:  Hal yang Perlu Dilakukan Saat Kambing Baru Sampai di Kandang

Kiat menjaga ternak agar selalu fit 

Penyakit menjadi rintangan yang bisa diminimalisir. Menjaga ternak selalu fit menjadi salah satu langkah penting mencegah penyakit. Kunci keberhasilan menjaga kesehatan ternak adalah kebersihan kandang dan suplai pakan.

Jumlah ternak jantan dan betina

Pada dasarnya, jumlah ternak jantan dan betina cukup bervariatif, bergantung pada cara perkawinan yang akan digunakan. Bila ingin menggunakan sistem perkawinan alami yang dilepas secara bebas di lapangan, perbandingan jantan dan betina yang digunakan adalah 1:10–20 ekor. Sistem kawin dituntun atau hand matting dapat menggunakan perbandingan jantan dengan betina 1:20 ekor.

Adapun sistem kawin suntik atau inseminasi buatan tidak memerlukan ternak jantan. Anda hanya perlu membeli semen dari balai inseminasi.

Jumlah ternak yang cocok untuk pemula

Jumlah ternak yang cocok untuk pemula harus disesuaikan dengan besaran modal yang dimiliki. Bila modal besar, Anda bisa menggunakan jumlah yang besar. Namun, memelihara ternak dalam jumlah yang besar untuk pertama kalinya dapat menyebabkan Anda kelabakan. Sebagai pemula, Anda bisa memulai dengan memelihara 1 jantan dan 10 betina untuk belajar.