Ingin Beternak Ayam Kampung? Pahami Hal Ini Agar Tidak Kecewa!


Pertanianku – Secara teknis ayam kampung sebenarnya relatif lebih mudah diternakkan karena daya adaptasi terhadap lingkungan yang sudah berlangsung sejak zaman dahulu. Hanya produktivitasnya yang rendah atau hasil berupa telur dan daging tidak banyak (per ekor tentunya). Dengan demikian, pada prinsipnya Anda tidak perlu mencari-cari berbagai keunggulan ayam kampung bagaikan ayam ras. Terimalah ayam kampong apa adanya, justru itulah kelebihan ayam kampung.

Ayam kampung 5

Agar dalam beternak ayam kampung tidak terjadi suatu kekecewaan maka pahami terlebih dahulu hal-hal berikut ini.

1) Peternakan ayam kampung itu bergelut dengan “alat produksi hidup” sebagaimana usaha peternakan dan pertanian umumnya sehingga jangan Anda samakan dengan alat produksi mati. Artinya, jangan samakan usaha peternakan ayam kampung ini dengan pabrik sepatu atau pabrik sabun misalnya. Risikonya, Anda harus paham (minimal) dan syukur bila menguasai mengenai seluk-beluk bisnis ayam. Bila tidak, delegasikan wewenang tersebut kepada mereka yang mampu seperti itu. Pokok pangkalnya adalah yang diperdagangkan itu adalah “benda hidup” yang nyawanya bukan kekuasaan kita. Dalam hal ini maksudnya adalah dalam pemasarannya Anda harus benar-benar bergelut dengan waktu, harga, dan jalur pemasaran yang tepat. Bila tidak tepat, ayam kampong akan menjadi bangkai atau tidak mungkin ayam kampung disimpan di gudang menunggu hingga harga naik.

2) Sadarlah bahwa beternak ayam kampung dalam suatu bentuk peternakan seperti ini memerlukan waktu pengembalian modal yang relatif lambat. Anda harus mempunyai modal kerja yang memadai (untuk investasi dapat bertahap). Bagi Anda yang mau membuka peternakan ayam kampung, pertimbangkan waktu pengembalian modal investasi tadi, sediakan modal kerja yang cukup, minimal untuk 3—4 tahun mendatang (tergantung skala usahanya). Bila modal yang Anda miliki terbatas, lakukan secara bertahap saja.

Baca Juga:  Hati-hati, Jeroan Bisa Tingkatkan Kadar Kolesterol, Ini Buktinya!

3) Untung dan ruginya peternakan ayam “bukan pada ayamnya, tetapi pada manusia yang mengelolanya”. Tidak benar keuntungan itu pada spesifik ayam tertentu saja. Untung dan rugi tidak berkaitan dengan jenis ayam, tetapi pada kemampuan manajemen peternakan yang Anda miliki.

loading...
loading...