Ingin Bisnis Kroto? Baca ini Dulu Yuk!

Pertanianku – Setiap usaha pasti mempunyai pola tersendiri walau secara prinsip juga memiliki kesamaan dengan jenis usaha yang lain. Dengan mengenal pola usaha semut rangrang yang tepat akan membantu peternak dalam menjalani dan mengembangkan usaha tersebut.

Apa itu Kroto?

Ekstensifikasi merupakan pengembangan usaha ternak kroto secara sederhana, teknologi terbatas, dan pemanfaatan sumber daya alam seadanya. Ketergantungan kepada alam masih sangat dominan. Pola ekstensifikasi ini biasanya dilakukan oleh para peternak tradisional karena beberapa hal berikut.

Loading...
  1. Masih mengandalkan alam sebagai lahan, seperti lahan hutan dan perkebunan.
  2. Pemanfaatan teknologi yang sangat terbatas.
  3. Masih bergantung dengan cara alam, tanpa melakukan perawatan atau pemeliharaan.
  4. Menggunakan peralatan seadanya.
  5. Jumlah produksi relatif kecil, 3—4 kg per hari. Itu pun saat musim panen antara bulan Juli—Agustus. Saat musim hujan tiba, produksi cenderung tidak ada.
  6. Perkembangbiakan koloni berjalan lambat.
  7. Tanpa biaya pemeliharaan.

Pola lainnya adalah intensifikasi, yaitu pengembangan usaha dengan pola pikir yang lebih maju, sudah memanfaatkan teknologi, dan dilakukan secara intensif. Pola ini lebih mengembangkan dan memanfaatkan teknologi dan informasi, serta modal dan sumber daya untuk mencapai hasil yang maksimal.

Usaha dengan pola intensifikasi memerlukan pengelolaan yang baik dan kontinu, seperti persiapan tempat (kandang), persiapan media, penyediaan bibit, penyediaan pakan, pemeliharaan, serta pengendalihan hama dan penyakit. Beberapa sifat pola pengembangan intensifikasi antara lain sebagai berikut.

  1. Memanfaatkan ruangan khusus sebagai tempat atau kandang.
  2. Menggunakan media rekayasa, seperti pipa paralon (PVC)
  3. Menempatkan koloni di rak.
  4. Teknologi yang diterapkan lebih modern, seperti sistem penebaran bibit, pemberian pakan, dan pemanenan.
  5. Dibutuhkan pengelolahan secara kontinu.
  6. Perkembangbiakan koloni lebih cepat dan hasil produksi lebih optimal.
  7. Tidak bergantung dengan alam, hasil panen bisa diprediksi dan ditentukan.
  8. Membutuhkan biaya pemeliharaan.
Baca Juga:  Mentan Tinjau Proses Inseminasi Buatan Sapi Lokal dan Internasional di BET

Sumber: Buku Menjawab Teka Teki Beternak dan Bisnis Kroto

Loading...
Loading...