Ingin Bisnis Sapi Potong? Kenali Dulu Jenis-Jenisnya


Pertanianku – Bisnis sapi potong berbeda dengan sapi untuk diperah susunya. Sapi potong memiliki komposisi daging yang lebih banyak ketimbang sapi perah. Pemeliharaan sapi perah juga lebih sulit daripada pemeliharaan sapi potong. Jika kurang pengetahuan, maka sapi perah tidak maksimal menghasilkan susu.

Ingin Bisnis Sapi Potong Kenali Dulu Jenis-Jenisnya

Adapun beberapa jenis sapi potong yang digemukkan biasanya berumur 8 bulan hingga 1.5 tahun, beberapa di antaranya sapi impor asal Australia jenis brahman, brahman cross (BX), hingga santa, sedangkan sapi lokal yang digunakan yakni limosin, SO (Sumba Ongole), dan PO (Peranakan Ongole). Sapi tersebut siap jual setelah dipelihara sektar 3 bulan. Harga yang termurah adalah sapi betina Hereford dari Australia dan yang paling mahal jenis Spin, SO dan sapi impor jenis Bull. Jenis sapi yang paling besar, yakni sapi limosin, SO dan BXdengan bobot 600 kg-1 ton.

Morfologi beberapa sapi potong tersebut antara lain, sapi Limosin memiliki warna bulu cokelat tua dan warnanya agak terang pada sekitar mata dan lutut ke bawah, bentuk tubuhnya besar, panjang, padat dan kompak sehingga terlihat lebih kokoh. Sapi brahman cross (BX) merupakan silangan sapi brahman dengan sapi jenis lain sehingga menghasilkan warna gelap keabu-abuan atau kemerahan bahkan kehitaman. Sapi SO memiliki ciri berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Sapi SO yang dikawinsilangkan dengan sapi madura menghasilkan sapi PO dengan ciri mirip dengan SO, hanya saja kemampuan produksinya lebih rendah.

Kriteria bakalan sapi yakni bobotnya di bawah 350 kg, berkulit tebal, garis tubuh bawah dan atas sejajar atau bentuk tubuh persegi panjang atau bulat silinder, mata sehat, bagian mulut dan hidung bersih, kaki kuat tidak cacat atau pincang, kulit bersih tidak ada bekas penyakit, telinga bersih.

Baca Juga:  Pemerintah Susun Kebijakan Persusuan Nasional Demi Kemaslahatan Bersama

Berbeda halnya dengan bakalan atau bibit sapi impor asal Australia yang sudah seragam sehingga bisa langsung dimasukkan ke kandang penggemukan. Sapi lokal juga membutuhkan waktu penggemukan yang lebih panjang dari sapi impor, yakni 4 bulan. Hal tersebut karena ADG (Average Daily Gain/pertambahan bobot per hari) rata-rata di bawah 1 kg, sedangkan sapi impor bisa di atas 1 kg/hari. Pemeliharaan bisa saja hanya 2 bulan asal sapi tersebut sudah siap jual.

loading...
loading...