Ingin Budidaya Gambas Secara Organik? Begini Caranya


Pertanianku — Gambas atau juga disebut oyong merupakan kelompok dari labu-labuan. Gambas dapat diolah menjadi makanan yang sehat dan enak seperti sayur bening, sayur santan, sayur tumis, dan aneka kuliner lainya. Apalagi jika dikembangkan dengan sistem budidaya organik, tentu manfaat dari gambas akan semakin maksimal. Lalu, bagaimana cara budidaya gambas secara organik?

budidaya gambas secara organik
Foto: Google Image by Tips petani

Demi kesehatan masyarakat, sayuran dan buah-buahan organik selalu dicari banyak orang. Jika tertarik untuk membudidayakan tanaman gambas secara organik, berikut ini tips untuk Anda.

Pembibitan

Pembibitan tanaman gambas cukup mudah. Biarkan saja buah gambas yang sudah matang sampai mengering, lalu potong secara melintang untuk mengambil bijinya. Setelah itu, jemur biji bibit tersebut untuk dikeringkan. Hindari penjemuran yang berlebihan dari paparan sinar matahari yang menyengat karena akan membuat biji tersebut berkurang kualitasnya.

Setelah kering, simpan bibit tersebut ke dalam wadah tertutup yang sudah diberi arang terlebih dahulu agar terhindar dari lembap. Sebaiknya, simpan pada suhu kamar, antara 28—32°C.

Penanaman

Buat lubang penanaman dengan kedalaman antara 1—1,5 cm. Masukkan 2 atau 3 biji sekaligus ke lubang tersebut dan tutup kembali dengan tanah yang ketebalannya juga antara 1—1,5 cm.

Jangan lupa sediakan media rambatan untuk tempat merambatnya sulur. Media rambatan ini bisa dari tongkat kayu, bambu, atau apa saja asalkan cukup kuat bertahan sebagai rambatan, dan tancapkan di samping masing-masing lubang bibit tersebut.

Pemupukan

Dalam sistem pertanian organik, penggunaan pupuk haruslah dari bahan organik. Pupuk organik ini bisa diproduksi sendiri ataupun membeli dari penjual pupuk organik. Disarankan jika mempunyai sampah-sampah organik seperti jerami, tongkol jagung, bagas tebu, sabut kelapa, kotoran ternak dan lain sebagainya, Anda bisa membuat pupuk organik sendiri.

Baca Juga:  Peranan dan Fungsi Kultur Jaringan untuk Pertanian

Pengendalian hama

Sistem pertanian organik harus menghindari penggunaan bahan kimia apa pun, termasuk bahan pengendali hama atau pestisida. Seperti halnya pupuk organik, pestisida organik juga bisa kita buat sendiri selain harus membeli dari toko pestisida.

Bahan dari pembuatan pestisida organik bisa dari tumbuh-tumbuhan atau juga dari bahan hewan. Tumbuh-tumbuhan yang hendak dijadikan bahan pestisida hendaklah mengandung zat aktif seperti alkaloid, terpenoid, fenolik, dan zat-zat kimia lainnya yang dibutuhkan.

Sementara, pestisida organik yang terbuat dari bagian hewan bisa berasal dari urine hewan tertentu. Namun beberapa mikroorganisme juga diketahui dapat dipakai untuk mengendalikan hama serangga dan ulat.