Ingin Budidaya Kentang? Perhatikan Syarat Tumbuhnya

PertaniankuSyarat tumbuh kentang harus Anda perhatikan jika ingin memulai usaha budidaya kentang. Selain bibit, faktor inilah yang menjadi penentu kualitas kentang yang dihasilkan.

Syarat tumbuh kentang
Foto: Pertanianku

Kesuburan lahan

Kentang sangat cocok tumbuh pada jenis tanah andisol. Jenis tanah ini biasanya terdapat di dataran tinggi dan lereng gunung berapi. Melalui analisis tanah, Anda bisa mengetahui kandungan mineral tanah yang mencakup unsur makro (N, P, K, Ca, Mg, dan S) dan unsur mikro (Fe, Mn, B, Cu, Cl, Zn, dan Mo).

Jika Anda tidak melakukan analisis tanah, Anda masih bisa melakukan hal berikut. Pertama, amati tumbuhan indikator. Lahan yang didominasi oleh gulma putri malu atau babandotan biasanya merupakan tanah yang subur. Kedua, Anda bisa mempelajari riwayat produktivitasnya. Cara ini bisa dilakukan dengan bertanya pada petani setempat.

Tekstur lahan

Tanah yang ideal untuk budidaya kentang adalah tanah dengan tekstur lempung berpasir. Tanah jenis ini gembur dan tidak mengakibatkan air menggenang sewaktu hujan. Tanah yang berstruktur remah dan tidak pejal akan menghasilkan umbi yang maksimal. Tanah lengket tidak cocok untuk budidaya karena umbi kentang akan tumbuh kecil-kecil.

Keasaman atau pH lahan

Tingkat keasaman lahan yang ideal untuk budidaya kentang adalah pada pH 5—5,5. Jika pH kurang dari 5, tanaman akan mudah terkena penyakit bintil-bintil pada umbi karena serangan nematoda.

Permeabilitas dan porositas tanah

Permeabilitas tanah adalah kemampuan tanah untuk ditembus oleh air. Sementara, porositas berarti kemampuan tanah menyerap dan merembeskan air. Budidaya kentang tidak membolehkan adanya genangan air yang terbentuk ketika selesai turun hujan. Pastikan drainase pada lahan cukup baik.

Biologi tanah

Tanah yang sehat akan memiliki banyak kandungan mikroorganisme. Akan tetapi, sebaiknya lahan tidak banyak mengandung cendawan dan bakteri penyebab penyakit kentang.

Baca Juga:  Cabai Indonesia Mejeng di Festival Kelas Dunia

Cendawan yang paling terkenal bisa merusak kentang adalah penyebab busuk daun Phytophthora infestans. Sementara, bakteri yang paling terkenal menyebabkan kerusakan tanaman kentang Pseudomonas dolanacearum. Bakteri ini bisa menular dari tomat, cabai, terung, dan tembakau.

Adapun bakteri yang diharapkan ada di lahan antara lain dari genus Lactobacillus. Bakteri ini berperan dalam memproses sampah organik menjadi pupuk.

Ketinggian

Idealnya, tanaman kentang sebaiknya dibudidayakan pada ketinggian 1.400 mdpl. Namun, kentang juga bisa tumbuh pada ketinggian 500—800 mdpl. Akan tetapi, kentang yang tumbuh pada ketinggian ini akan lebih kondusif pada perkembangannya. Sementara, kentang pada suhu tinggi lebih rawan terserang penyakit ganas.

Curah hujan

Kebutuhan air tanaman kentang berbeda-beda tergantung umurnya. Bulan pertama budidaya kentang, tanaman akan butuh curah hujan sekitar 150—200 milimeter per bulan. Memasuki bulan kedua, tanaman butuh curah hujan 100—120 milimeter per bulan. Bulan ketiga, kentang membutuhkan curah hujan 60—70 milimeter per bulan.

Suhu dan kelembapan

Suhu udara yang ideal untuk pertumbuhan kentang adalah 17,7—23,7°C pada siang hari. Di malam hari, suhu sebaiknya berkisar pada 6,1—12,2°C. Suhu ini bisa dicapai pada ketinggian lebih dari 800 mdpl.

Untuk kelembapan lahan, semakin lembap lokasi tersebut, kentang akan semakin rawan terserang penyakit. Jika kelembapan lebih dari 90 persen, kentang rawan terkena berbagai jenis cendawan dan bakteri patogen.

Loading...