Ingin Mempercantik Pekarangan Rumah? Budidaya Bunga Melati Saja!


Pertanianku – Bunga melati di Indonesia sangat diminati. Hal ini dipicu oleh permintaan bunga melati semakin meningkat. Pasalnya, di Indonesia bunga ini banyak digunakan untuk bahan baku pembuatan teh, aksesoris pernikahan, acara adat, pembuatan parfum, dan masih banyak lainnya. Bunga berwarna putih dan berbentuk mungil ini memiliki aroma yang semerbak. Tentunya, aroma yang dikeluarkan bunga melati sangat disukai orang.

Ingin Mempercantik Pekarangan Rumah? Budidaya Bunga Melati Saja!

Bunga melati dikenal juga sebagai salah satu bunga khas Indonesia. Hal ini pulalah yang menyebabkan harga jual bunga ini cukup tinggi dibanding jenis bunga lain yang biasa ditemui di Indonesia. Ada banyak sekali varietas bunga melati. Hingga saat ini diketahui ada sekitar 200 jenis bunga melati yang tersebar di daerah subtropis dan tropis.

Banyak orang membudidayakan bunga melati di pekarangan rumah. Adanya bunga melati akan menambah keindahan pekarangan rumah. Selain itu, baunya yang harum menjadi daya tarik tersendiri. Jika Anda tertarik untuk membudidayakannya, berikut tata cara budidaya bunga melati.

Pembibitan bunga melati

Dalam budidaya bunga melati, pembibitan menjadi faktor yang penting. Untuk budidaya bunga melati, Anda dapat mengaplikasikannya dengan menggunakan teknik stek. Pembibitan dapat dilakukan dengan menggunakan wadah semai atau polybag. Sementara itu, untuk media semai dapat digunakan campuran antara tanah dan pasir steril. Jangan lupa membuat lubang kecil pada wadah semai sebagai jalan pembuangan air yang berlebihan. Penyiraman bibit dapat dilakukan 1—2 kali sehari dan bibit harus dirawat hingga berusia 3 bulan.

Pengolahan lahan dan penanaman

Setelah pembibitan, langkah selanjutnya dalam budidaya bunga melati adalah pengolahan lahan atau media tanam. Yang pertama harus dilakukan dalam persiapan lahan adalah membersihkan lahan dari gulma. Lalu lahan diolah dengan cara membajak atau mencangkul hingga tanah menjadi gembur. Langkah selanjutnya adalah pembentukan bedeng untuk menanam bunga melati.

Baca Juga:  Yuk, Kenali 5 Tanaman Hias yang Membersihkan Udara di Rumah

Setelah bedeng terbentuk, perlu dilakukan pengapuran untuk menyeimbangkan pH tanah. Anda dapat menggunakan kapur kalsit, dolomite, kapur bakar, atau kapur hidrat dalam proses ini. Selain pengapuran lahan, perlu juga dilakukan pemupukan dalam tahap persiapan lahan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang.

Jika lahan telah siap, Anda dapat melakukan penanaman. Proses penanaman dimulai dengan membuat lubang tanam pada lahan yang telah disiapkan. Tiap lubang tanam dapat diisi dengan satu bibit bunga melati yang diambil dari polybag. Jarak tanam dapat bervariasi sesuai dengan varietas, kesuburan tanah, dan bentuk kultur budidaya. Jarak tanam umum yang biasa digunakan adalah 1 × 1,5 m per pohon.

Pemeliharaan dan pemupukan

Pada proses budidaya bunga melati terdapat beberapa jenis pemeliharaan yang perlu dilakukan seperti penyulaman tanaman, penyiangan, pemupukan, pengairan, serta pemberantasan hama.

Penyulaman merupakan bagian penting dalam menanam bunga melati. Penyulaman bertujuan mengganti tanaman bunga melati yang mati dengan tanaman yang baru. Pada dasarnya, teknik penyulaman hampir sama dengan teknik penanaman, hanya saja teknik ini dilakukan pada lubang tanam yang mana bibitnya perlu diganti dengan bibit baru. Penyulaman sebaiknya dilakukan kurang dari satu bulan setelah proses penanaman dengan tujuan memudahkan proses pemeliharaan ke depannya.

Proses penyiangan bertujuan menjaga kebersihan lahan dari gulma. Pemupukan dapat dilakukan sebanyak tiga bulan sekali. Pupuk yang dapat digunakan antara lain KCl, Urea, dan STP.

Pengairan juga merupakan proses penting dalam perawatan tanaman bunga melati. Ini karena tanaman ini termasuk jenis yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Untuk pemberantasan hama dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida dan zat perangsang pertumbuhan.

Cukup mudah untuk membudidayakannya, bukan?! Jika Anda tertarik, cobalah melakukannya sendiri di rumah. Selamat bercocok tanam!

Baca Juga:  Seperti Ini Cara Merawat Sukulen yang Tepat
loading...
loading...