Ingin Panen Udang Tiga Kali Lipat? Ini Tips Jitunya


Pertanianku – Menjalankan usaha budidaya udang semakin berkembang cerah. Ditambah lagi kini terdapat sejumlah sistem budidaya yang dapat diterapkan seperti sistem budidaya udang intensif dan sistem supra intensif yang dianggap dapat meningkatkan produksi udang.

Foto: pixabay

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklaim realisasi kinerja Pembangunan Perikanan Budidaya Triwulan I 2017 berjalan sukses. Jika ditilik dari cara budidayanya, sistem supra intensif ini merupakan konsep budidaya udang yang terintegrasi dari hulu ke hilir dan juga mengintensifkan lima subsistem, yaitu benih unggul, sarana prasarana, teknologi budidaya, kesehatan lingkungan, serta manajemen usaha.

Penerapan sistem budidaya udang supra intensif adalah hasil karya doktor lulusan Universitas Hasanuddin, yakni Hasanuddin Atjo. Atjo, begitu ia biasa disapa mengatakan bahwa produktivitas teknologi ini mencapai 153 ton per hektare yang sampai saat ini masih tercatat sebagai teknologi budidaya modern paling tinggi produktivitasnya di dunia.

Teknologi hasil karya putra Sulawesi Tengah ini dinilai akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan produksi udang Indonesia. Pasalnya, hasil panen yang didapat dari sistem ini adalah tiga kali lipat hasil budidaya intensif. Hasil yang cukup menakjubkan bukan?

Sistem budidaya udang ini pun telah diluncurkan Ketua Masyarakat Aquakultur Indonesia (MAI) Rokhmin Dahuri pada 2013 di tambak CV Dewi Windu Kabupaten Baru, Sulteng, tempat teknologi itu direkayasa dan diujicoba selama beberapa tahun.

Pemerintah sendiri selalu mendukung inovasi baru dalam sistem budidaya. Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, pun mengungkapkan apresiasinya yang tinggi kepada pelaku usaha yang mengembangkan budidaya dengan pola baru.

Kunci utama teknologi ini adalah pengelolaan limbah menggunakan teknologi ‘central drain’ sehingga kualitas lingkungan udang terjamin kebersihannya sehingga bebas dari penyakit. Dalam sistem supra intensif ini, Atjo menerapkan standardisasi terhadap semua input produksi. Tidak kalah penting adalah menebar benih bermutu dan memberikan pakan secara teratur.

Baca Juga:  Inilah Jenis-jenis Ikan Mas Koki yang Sering Diburu

“Pendistribusian pakan juga dilakukan secara otomatis dengan automatic feeder yang terprogram dalam frekuensi pemberian dan jumlah pakannya,” jelasnya.

Untuk panennya sendiri, panen parsial dilakukan 4—5 kali dalam satu siklus. Panen pertama saat udang mencapai ukuran 120 ekor per kg.  Kemudian, dilakukan panen parsial kedua saat udang mencapai size 100.

Pada saat udang sudah mencapai size 70—75 dilakukan panen parsial yang ketiga. Panen selanjutnya size 55—60 yang biasanya untuk pabrik olahan yang diekspor.

loading...
loading...