Ingin Sukses? Yuk, Bisnis Budidaya Ikan Sistem Bioflok!


Pertanianku – Saat ini telah banyak teknik yang bisa diterapkan dalam sistem budidaya ikan. Bahkan, beberapa teknik budidaya ikan dipadupadankan dengan budidaya sayuran, yakni sistem akuaponik.

ingin-sukses-yuk-bisnis-budidaya-ikan-sistem-bioflok

Sistem akuaponik dapat meningkatkan produksi ikan yang lebih banyak. Hasil produksinya bisa mencapai sebanyak 50—100 ekor atau setara 10 kg, sedangkan untuk sayuran sejumlah 30 pot per satu meter persegi. Kini dengan teknologi mutakhir, petani akuaponik mampu meningkatkan produksi ikan hingga 10 kali lipat.

Sistem budidaya ini memang menggunakan prinsip padat tebar untuk menggenjot produksi. Teknologi yang mampu menggandakan panen ikan itu bernama bioflok. Prinsip dasar teknologi bioflok adalah pemeliharaan ikan dengan menumbuhkan mikroorganisme. Mahkluk mini itu berfungsi mengolah limbah budidaya yang dalam hal ini adalah kotoran ikan menjadi gumlapan-gumpalan kecil atau flock yang bermanfaat menjadi pakan alami bagi ikan.

Peternak memacu pertumbuhan mikroorganisme dengan memberikan probiotik dan pemasangan aerator yang memasok oksigen sekaligus mengaduk air kolam. Kini para periset di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jakarta dan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar mengombinasikan teknologi bioflok dan akuaponik yang disebut bioflok akuaponik, tak lain bertujuan untuk meningkatkan hasil panen menjadi 10 kali lipat.

Menurut periset di Seamo Biotrop Dr. Nur Bambang Priyo Utomo, penerapan teknologi bioflok pada akuaponik sangat menarik karena seakan membenturkan dua prinsip kerja yang berlawanan. Akuaponik memanfaatkan kotoran hewan sebagai nutrisi tanaman. Sementara itu, bioflok berusaha mengolah kotoran dengan bantuan mikoorganisme menjadi pakan ikan. Akibatnya, berpotensi terjadi kompetisi nutrisi nitrogen antara tanaman dan ikan. Dalam menggunakan teknologi ini ikan yang sesuai untuk dikembangkan ialah jenis ikan lele.

“Dalam kotoran itu terkandung nitrit, nitrat, dan ammonia. Jika nitrit dan nitrat sudah terpakai untuk proses bioflok, tanaman tidak akan kebagian nutrisi. Begitu juga sebaliknya, jika kedua senyawa itu terserap tanaman, bioflok tidak terbentuk sempurna,” ucap Bambang.

Baca Juga:  Penyebab dan Cara Mengatasinya Bau Pada Kolam Lele

Bambang berujar dengan mengombinasikan teknik akuaponik dan bioflok, padat tebar ikan menjadi meningkat sehingga produktivitasnya naik berkali-kali lipat kendati areal pemeliharaannya berbarengan dengan tanaman sayur (akuaponik). Tak pelak, teknologi ini digadang-gadang bisa meningkatkan kesejahteraan petani.