Ini Cara Kementan Perbaiki Tata Niaga Produksi Hasil Peternakan


Pertanianku – Berbagai upaya terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian guna menstabilkan harga komoditas pangan dalam negeri termasuk komoditas peternakan. Untuk itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita berupaya memperpendek alur distrubusi dan menetapkan harga eceran terendah.

Foto: pixabay

“Kalau untuk unggas kita sebenarnya sudah swasembada, konsumsi sapi saat ini 6,7 persen, telur 85 persen dan ayam 67 persen,” terang Ketut Diarmita, seperti melansir Republika (10/8).

Lebih lanjut ia menjelaskan, perbaikan sistem logistik dan rantai pasok untuk komoditas sapi dan daging sapi melalui langkah-langkah antara lain pengadaan dan operasionalisasi kapal ternak yang didesain memenuhi standar animal welfare, mengubah struktur pasar, meningkatkan harga di peternak dan harga yang lebih rendah di tingkat konsumen. Saat ini dialokasikan subsidi sebesar 80 persen pada tarif muat ternak pada kapal ternak.

“Hal ini diharapkan akan terus mendorong perluasan produksi peternakan dan mencapai swasembada produksi pangan hewani,” ujarnya. Untuk merealisasikan pemberian subsidi yang tepat pada suatu program rintisan pemerintah merupakan suatu instrumen yang perlu diterapkan.

Selain itu, juga perlu melakukan perbaikan pada tata niaga, produktivitas produk peternakan juga perlu dijaga. Melalui siaran resmi ia menyampaikan, pemerintah tengah berupaya mempercepat peningkatan populasi sapi potong dengan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Tahun ini, UPSUS SIWAB ditargetkan mencapai 4 juta ekor akseptor dan 3 juta ekor sapi bunting.

Pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) modern di sentra-sentra produksi dan perbaikan tata laksana dan pengawasan impor juga dilakukan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Program ini juga turut menggandeng TNI guna melakukan pengawasan terhadap indukan sapi impor yang saat ini dipelihara oleh kelompok peternak di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Ia menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan Polri untuk pengendalian pemotongan sapi betina produktif.

Baca Juga:  KKP Panen Lele Sistem Bioflok di daerah Perbatasan RI–Malaysia
loading...
loading...