Ini Dia Asam Kandis, Pemberi Rasa Cuko Pempek

Pertanianku — Mungkin sebagian dari Anda ada yang menggemari makanan khas Sumatera Selatan, yaitu pempek. Anda pasti juga pernah merasakan sensasi asam dari kuah cuko pempek tersebut. Pemberi rasa asam tersebut bukanlah asam jawa, melainkan asam kandis.

asam kandis
Foto: instagram iw1901329

Asam kandis sudah lama digunakan sebagai salah satu bahan pangan yang dikonsumsi manusia. Tanaman ini sendiri memiliki nama ilmiah Garcinia xanthochymus. Tanaman ini termasuk pohon yang daunnya selalu hijau atau disebut juga sebagai evergreen. Ia tidak menggugurkan daunnya di musim gugur.

Tinggi pohon asam kandis berkisar antara 15—30 meter. Ia berasal dari India. Jika ditelusur pada garis marganya, tumbuhan asam ini masih berkerabat dengan manggis dan asam gelugur.

Loading...

Pohon asam kandis memiliki tajuk berbentuk seperti piramid. Batang utamanya tegak. Ada cabang-cabang yang tumbuh mendatar. Seperti pohon manggis, kulit batang pohon ini memiliki warna hitam keabuan. Batang pohon juga bergetah dan getah tersebut berwarna kuning atau kuning kecokelatan.

Daun asam kandis berbentuk lanset memanjang dan sempit. Panjangnya mencapai 12—24 cm dan berwarna hijau tua. Buah asam kandis agak membulat dan meruncing. Diameter buah ini mencapai 9 cm. Warna buah asam kandis adalah jingga pucat atau kuning pekat.

Beberapa varietas asam kandis tumbuh di Sumatera, terutama Sumatera Selatan. Tak heran jika penggunaannya pun sangat umum di daerah tersebut.

Di daerah ini, varietas asam kandis memiliki buah berbentuk bulat dengan ujung buah cekung ke dalam. Warna buah ketika matang juga berbeda, yaitu kuning kecokelatan. Buah ini memiliki sedikit getah berwarna kuning hingga kuning kecokelatan.

Buah asam kandis Sumatera Selatan yang masih muda berwarna hijau muda. Buah ini terdiri atas kulit buah dan daging buah. Satu buah asam kandis bisa mengandung empat hingga lima biji yang masing-masing diselimuti daging buah.

Baca Juga:  Gedebog Pisang, Limbah di Indonesia Berharga Mahal di Amerika

Pohon asam kandis cocok tumbuh di bawah naungan dan dalam suasana yang lembap. Pembungaan asam kandis biasanya terjadi ketika masa kering sudah berlalu. Masa kering tersebut optimalnya berlangsung cukup panjang, yakni sampai tiga bulan.

Dalam satu tahun, pohon asam kandis bisa berbuanga sampai dua kali. Tanaman ini dimanfaatkan bagian buahnya. Buah asam kandis sendiri punya rasa masam. Sementara, bagian kulitnya berasa kelat.

Buahnya diolah dengan cara seperti berikut. Buah yang sudah matang diiris tipis-tipis. Irisan buah kemudian dijemur di bawah paparan matahari sampai kering. Buah kering ini bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Buah kering yang baik berwarna merah kecokelatan. Buah yang berwarna hitam menunjukkan proses pengeringan kurang sempurna.

Penggunaan asam kandis biasanya sebagai bumbu dapur, selai, dan bumbu kari. Buah segarnya juga bisa dimanfaatkan sebagai acar. Asam kandis populer di Sumatera dan digunakan untuk berbagai masakan seperti rendang dan pindang.

Loading...
Loading...