Ini Dia Dampak Kekeringan yang Melanda Sukabumi


Pertanianku – Beberapa bulan terakhir banyak daerah mengalami kekeringan yang cukup ekstrem. Salah satunya, yakni daerah Sukabumi Jawa Barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat sebanyak 54.041 jiwa dari 16.681 kepala keluarga (KK) terdampak bencana kekeringan dan krisis air bersih.

“Puluhan ribu jiwa yang terdampak bencana tersebut tersebar di 55 desa di 24 kecamatan,” terang Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Yana Rusyana di Sukabumi, seperti dilansir dari Antara (21/9).

Hal ini karena mayoritas warga yang terdampak bencana kekeringan ini berada di wilayah Selatan. Akibatnya, banyak warga yang harus berjalan kaki dan mencari sumber air bersih hingga beberapa kilometer.

Jika musim kemarau bertambah panjang, tidak menutup kemungkinan jumlah wilayah yang merasakan kekeringan akan semakin meluas. Tidak hanya kesulitan mendapatkan air bersih, lahan pertanian turut menjadi korbannya.

Untuk membantu warga yang daerahnya krisis air bersih, pihaknya memasok air ke sejumlah titik dengan menggunakan truk tangki. Relawan, baik dari Polri, PMI maupun masyarakat turut membantu pengiriman air bersih.

“Warga yang daerahnya terdampak bencana ini jika ingin dipasok air bersih bisa mengajukan ke pihak desa yang kemudian dilanjutkan ke kecamatan agar proses pengirimannya dipercepat. Sebab, jumlah armada truk tangki tidak sebanding dengan daerah yang mengalami krisis air bersih,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kriteria hari tanpa hujan di Kabupaten Sukabumi sangat panjang dengan rentang 31 sampai 60 hari ke depan.

Baca Juga:  Kunjungan Wisatawan Pulau Komodo Perlu Ditata Ulang
loading...
loading...