Ini Dia Penyebab Harga Cabai di Medan Naik


Pertanianku – Harga cabai di Indonesia seringkali tidak stabil disebabkan beberapa faktor. Belum lama ini harga cabai dikabarkan mengalami kenaikan di Medan, Sumatera Utara. Kenaikan harga cabai kali ini dipicu oleh minimnya pasokan yang masuk ke pasar.

Foto: pixabay

Seperti halnya yang terjadi di Pasar Petisah, cabai merah dijual dengan harga Rp35.000 per kilogram (kg), padahal sebelumnya hanya Rp25.000. Kenaikan harga terjadi pada cabai hijau dan cabai rawit.

Seperti cabai hijau yang sebelumnya dijual Rp12.000 naik menjadi Rp22.000 per kg. Sementara untuk harga cabai rawit, saat ini dihargai Rp35.000 per kg dari sebelumnya Rp20.000.

Salah seorang pedagang di Pasar Petisah, Nur Cahaya mengungkapkan, kenaikan ini terjadi sejak beberapa hari terakhir.

“Harga cabai naik kali sudah satu minggu ini,” terang Nur, seperti diberitakan Republika (28/9).

Ia mengatakan, kenaikan harga cabai ini disebabkan oleh pasokan yang minim. Menurut dia, beberapa waktu terakhir, stok cabai sedang kosong, baik di petani maupun di pasar induk tempat dia mengambil barang dagangan.

“Di gunung cabai belum panen makanya stok kosong dan harganya pun melambung naik,” ucapnya.

Naiknya harga cabai menurut Nur, membuat angka penjualannya menjadi turun. Sebagian besar pembeli, mengurangi banyaknya cabai yang mereka beli. Untuk mengatasi masalah ini, Nur mengambil cabai merah dari pemasok lain, yakni dari Jakarta.

“Untung ada stok cabai dari Jakarta. Walaupun berbeda dengan cabai gunung, tapi bisa menutupi kekosongan cabai tersebut,” lanjutnya.

Jika harga cabai mengalami kenaikan, komoditas lain seperti bawang justru mengalami penurunan. Saat ini, bawang merah dijual dengan harga Rp20.000 per kg dari sebelumnya Rp25.000. Sementara, bawang putih dihargai Rp20.000 dari sebelumnya Rp24.000 per kg.

Baca Juga:  Hindari Zona Bahaya, Belasan Ribu Hewan Ternak Dievakuasi
loading...
loading...