Ini Dia Si Ketan Hitam Organik yang Harganya Melejit

Pertanianku — Beras ketan hitam terutama yang dibudidayakan dengan cara organik kini mendapat sorotan tajam. Harga ketan hitam organik terbilang tinggi jika dibandingkan dengan harga beras ketan lainnya. Per kilogramnya, ketan hitam organik dibanderol dengan harga Rp20—21ribu di pasar lokal.

ketan hitam organik
Foto: freepik

Ketan hitam organik merupakan tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Desa Peujeuh, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Ciri khas utama ketan hitam ini adalah aromanya yang sangat wangi.

Tidak hanya dari segi aroma, tetapi rasanya pun khas dan terbilang lebih lezat dibanding ketan hitam yang banyak beredar di pasaran. Oleh karena itu, ketan hitam ini pun banyak diincar oleh konsumen.

Loading...

Tidak hanya dari dalam negeri, permintaan pun datang dari luar negeri. Harga jual yang sudah cukup tinggi di dalam negeri ini ternyata masih dapat melejit hingga dua kali lipat jika diekspor ke negara lain, termasuk negara-negara di Eropa.

Meningkatnya minat mancanegara terhadap pangan lokal adalah karena label organik yang melekat pada budidaya ketan hitam ini. Tak bisa dimungkiri, masyarakat kini lebih memilih mengonsumsi makanan yang baik bagi tubuh, yakni pangan organik. Beras ketan hitam organik adalah salah satunya.

Di Kabupaten Bandung sendiri, budidaya ketan hitam organik sudah mencapai luas lahan 840 hektare. Luas lahan ini belum termasuk di daerah Kecamatan Pacet yang terdiri atas 375 hektare.

Lahan ini sendiri merupakan milik turun- temurun dan dimanfaatkan oleh petani setempat untuk bertanam ketan hitam organik karena nilai jualnya yang menggiurkan. Ketan hitam yang diproduksi secara organik dari hilir dan ditangani dengan tepat akan memberikan keuntungan berlipat bagi para petani dan pelaku ekspor.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan rencananya akan menjembatani para petani dan eksportir. Langkah ini dinilai perlu untuk memangkas rantai pemasaran. Tujuan utamanya, agar petani dapat bermitra dan memperluas area pasarnya.

Baca Juga:  Varietas Kacang Hijau yang Toleran Terhadap Salinitas Besutan Balitbangtan

Selain itu, kelembagaan petani juga dibutuhkan agar lebih kuat dan mandiri. Salah satu langkahnya adalah dengan mendirikan koperasi atau badan usaha berbadan hukum lainnya.

Loading...
Loading...