Ini Kata Mentan Soal Musim Kemarau Terkait Produksi Beras Lokal


Pertanianku – Musim kemarau bukanlah suatu hambatan bagi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Bahkan, ia sangat optimis tidak akan memberikan dampak buruk terhadap produktivitas beras tanah air.

Foto: pixabay

Mentan menjelaskan, terlihat dari musim kemarau yang telah terjadi pada Januari—Agustus 2017, tidak akan menyebabkan pasokan beras menurun.

“Hari ini stok beras 1,7 juta ton, kebutuhan sekitar 213.000 ton per bulan. Jadi 1,7 juta ton dibagi 213.000 ton sama dengan 8 bulan,” kata Mentan di kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, dilansir dari Kompas (4/9).

Menurut Menteri Amran, datangnya musim kemarau sudah diantisipasi oleh pemerintah, dalam hal ini Kementan, dengan menargetkan luas tambah tanam sawah sebesar 1 juta hektare setiap bulan.

“Ini yang menolong sehingga kekeringan kurang. Kami kebijakannya adalah tidak boleh (tanam) di bawah 1 juta hektare,” ucapnya.

Lebih lanjut Amran mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sinergi dengan kementerian lain dengan merevitalisasi dan normalisasi sarana dan prasarana irigasi pertanian.

Salah satu sinergi yang dibuat oleh Kementan, yakni dengan memberikan bantuan pompa kepada daerah yang terindikasi alami kekeringan, menyediakan embung, long storage, dan mempercepat waktu tanam.

“Saat ini pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang juga tersedia dengan baik dengan pasokan sebesar 45.000 ton per hari, sedangkan kebutuhan hanya 30.000 ton per hari,” tutup Mentan.

Baca Juga:  Anjing Laut Leopard Berdatangan ke Berbagai Pantai Australia
loading...
loading...