Ini Langkah Mentan Antisipasi Ancaman Kekeringan


Pertanianku – Kekhawatiran sedang melanda para petani di sejumlah daerah di Indonesia. Bagaimana tidak, para petani sedang dihadapkan dengan ancaman kekeringan yang tengah melanda sejumlah daerah.

Namun, ancaman tersebut nyatanya tak menyurutkan Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan program perluasan luas tambah tanam menjadi terhenti.

Berdasarkan data dari Kementan, lahan pertanian seluas 56.334 hektare dilanda kekeringan pada periode Januari—Agustus 2017. Sementara, luas lahan yang gagal panen mencapai 18.516 hektare.

“Ada kekeringan ada irigasi, yang kami tanami kan yang ada irigasinya, irigasi kan ada 4.000 lebih, itu yang kami tanami, tentu yang ada irigasi tidak bermasalah,” ujar Mentan belum lama ini seperti melansir Kompas (11/9).

Menteri Amran mengatakan ada berbagai upaya pencegahan agar bencana kekeringan tidak mengganggu produksi para petani. Salah satunya dengan memberikan bantuan pompa air untuk desa-desa sentra produksi, menyediakan embung, perbaikan jaringan irigasi, hingga melakukan percepatan tanam.

“Luas Tambah Tanam sekarang ada 728.000 hektare di atas tahun lalu karena ada perbaikan Waduk Jatigede, kemudian ada normalisasi embung, bantuan alat mesin pertanian (alsintan) supaya cepat panen, cepat tanam, cepat olah, itu seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Herman Khaeron mengatakan, jika musim kemarau berlangsung panjang, bisa memberikan ancaman bagi produksi padi dalam negeri.

“Upayanya sudah cukup baik, tapi kalau alamnya kemarau panjang tentu harus punya strategi lain untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian di masa-masa yang akan datang,” kata Herman.

Untuk itu, ia berharap, pemerintah sebaiknya menambah jumlah embung yang ada, terutama di wilayah yang krisis air atau tidak teraliri oleh saluran irigasi atau endemik kekeringan.

Baca Juga:  Rusia Miliki Kampung Vegetarian
loading...
loading...