Ini Langkah Mentan Atasi Kerugian Peternak Akibat Erupsi Gunung Agung


Pertanianku – Erupsi Gunung Agung di Provinsi Bali mengharuskan para peternak mengamankan hewan ternak yang berada di sekitar area Gunung Agung. Untuk itu, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengambil langkah-langkah penanganan evakuasi ternak sapi dari radius kawasan rawan bencana Gunung Agung.

“Kami sudah menginstruksikan kepada Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan evakuasi ternak sapi di radius kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Agung secepatnya,” terang Dirjen PKH, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita melalui siaran pers, seperti dilansir dari Antara.

Ketut mengatakan tindakan yang sudah dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), yaitu melakukan evakuasi ternak dengan target 20.000 ekor sapi dari wilayah terdampak.

“Hingga kemarin (Kamis) (28/9) sudah tersedia sebanyak 30 titik yang tersebar di lima kabupaten. Termasuk juga membentuk Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang terdiri dari Tim Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, dan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ketut mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk Posko Siaga Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam upaya antisipasi erupsi Gunung Agung, memberikan bantuan berupa lima ton pakan konsentrat, 10.000 dosis obat-obatan, satu mobil truk untuk evakuasi ternak, serta pembangunan kandang, atap, dan kelengkapannya untuk identifikasi ternak.

Ia mengatakan, pihaknya memfasilitasi bantuan dari berbagai pihak dan bantuan yang telah diterima dan disalurkan, yaitu pakan konsentrat sebanyak 55 ton dan sembilan unit kendaraan truk untuk evakuasi ternak, pakan hijauan (rumput) tiga ton, dan perlengkapan pembuatan kandang seperti bambu, terpal, tali, dan lainnya.

Pemerintah juga membuat surat edaran ke seluruh Kabupaten/Kota untuk membuat stok pakan sebanyak-banyaknya sebagai antisipasi saat terjadi letusan dan abu vulkanik yang membuat rumput tidak dapat dimanfaatkan.

Baca Juga:  Syarat Utama Ini Harus Dipenuhi untuk Hadirkan Panda

Ditjen PKH melalui Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan pun menfasilitasi pelaku industri di bidang peternakan yang akan berperan serta memberikan bantuan berupa pakan ternak dan truk untuk mengevakuasi ternak.

Dalam evakuasi ternak ini, Diarmita mengatakan masih ditemui beberapa masalah, yaitu kurangnya armada untuk mengevakuasi ternak sebanyak 20 truk, kurangnya persediaan pakan kebutuhan konsentrat sapi untuk satu bulan sebanyak 1.200 ton, dan sudah tersedia 60 ton.

Untuk memenuhi kebutuhan pakan hijau sebanyak 15.000 ton dan saat ini masih disediakan secara mandiri oleh para peternak, kekurangan tenaga untuk evakuasi, pengawasan, dan perawatan ternak, serta kurangnya bahan (terpal dan bambu) untuk pembangunan kandang sementara.

loading...
loading...