Ini Langkah Mentan Wujudkan Kesejahteraan Petani


Pertanianku – Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan antisipasi guna menangani pedagang perantara dari penjualan beras. Pasalnya, selama ini, pedagang perantara yang justru mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi dibandingkan petani.

Saat ini Kementerian Pertanian tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan beserta Kepolisian untuk membentuk satgas khusus.

“Kita akan potong itu supply chain yang terlalu panjang itu yang benar,” kata Menteri Amran usai memberikan arahan kepada generasi muda menuju lumbung pangan dunia 2045 di Kementerian Pertanian, belum lama ini seperti mengutip Republika (19/7).

Lebih lanjut Mentan mengungkapkan bahwa jika keuntungan yang selama ini didapatkan pedagang perantara bisa dialihkan kepada petani maka akan memunculkan dampak yang positif. Dengan begitu, lanjut Andi, akan membuat petani sejahtera.

“Kalau supply chain keuntungannya itu bisa kita dorong ke petani itu mimpi kami jujur ya. Setelah itu kita dorong mudah-mudahan lebih bisa membuat harga beras turun,” tambahnya.

Saat ini harga beras di tingkat petani dijual seharga Rp7.500 per kilogram (kg). Selanjutnya, ketika beras tersebut sampai ke masyarakat, harga sudah mencapai Rp10.500 per kilogramnya. Mentan menilai saat ini harga beras di Indonesia sudah terbaik selama sepuluh tahun terakhir. Dengan demikian ia berkomitmen untuk terus berusaha memangkas keuntungan yang tinggi pada pedagang perantara saat ini yang mencapai Rp186 triliun.

“Katakan lah keuntungan yang di tengah (pedangang perantara) tadi Rp186 triliun itu dikirim ke petani karena keuntungan petani untuk padi kalau tidak salah sekitar Rp65 triliun. Ini kalau didorong 30 persen saja sudah bisa membuat petani senyum,” paparnya.

Namun, untuk mewujudkannya, lanjut Mentan, memang membutuhkan waktu dan perlu kesabaran. Selama ada proses dan menunjukkan kebaikan untuk sektor pertanian.

Baca Juga:  Lahan Pertanian dan Mata Air Terancam Pembangunan Tol
loading...
loading...