Ini Perbedaan antara Kelomang dan Keong

Pertanianku — Saat Anda berkunjung ke pantai, pasti tidak asing dengan kelomang dan keong. Kedua hewan ini sering dianggap serupa karena sama-sama bercangkang, padahal kedua hewan tersebut berbeda. Kelomang merupakan hewan laut yang paling sering dipelihara dan Anda bisa menemuinya di pedagang-pedagang kecil.

kelomang
foto: Pixabay

Meskipun terkenal bercangkang, hewan laut ini ini tidak dilahirkan bercangkang. Cangkang digunakan sebagai alat pelindung diri dari hewan predator. Kelomang harus mencari cangkang sendiri, bisa jadi cangkang bekas siput laut atau sampah yang berserakan di pantai, anemone, atau bulu babi yang berada di sekitar pantai. Oleh karena itu, ketika sudah dewasa dan ukuran tubuhnya membesar, kelomang harus mencari rumah baru lagi yang lebih besar agar muat menampung ukuran tubuhnya.

Lalu, apa bedanya antara kelomang dan keong? Keong sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan hewan yang berjalan dengan perut dan bercangkang tunggal. Sementara itu, kelomang berkaki sehingga hewan ini berjalan dengan kaki dan tidak memiliki cangkang tunggal.

Saat berganti cangkang atau rumah, hewan ini akan berkumpul dan antri, mulai dari yang berukuran kecil hingga besar. Ketika yang berukuran besar sudah berganti cangkang, cangkang tersebut akan digunakan oleh kelomang berukuran lebih kecil. Begitu seterusnya hingga semuanya memiliki cangkang. Jadi, tidak ada cangkang kosong yang tersedia.

Kelomang juga bisa berkelahi ketika ingin memperebutkan cangkang. Mereka akan berkelahi agar mendapatkan cangkang yang bagus dan nyaman.

Ada dua jenis kelomang yang bisa Anda temui, yaitu darat dan laut. Kelomang yang hidup di laut biasanya dapat Anda jumpai di perairan dangkal atau di dasar laut. Sementara itu, yang di darat, Anda bisa menemuinya hidup di daerah tropis. Namun, ketika akan bertelur, induk akan kembali ke dalam air.

Baca Juga:  Kiat Menjaga Kebersihan Kolam Ikan Koi

Hewan ini dapat bertahan selama 10 tahun jika perairan tempat tinggalnya tidak tercemar. Namun, jika dipelihara hanya bisa bertahan selama 3—5 tahun.