Ini Respons Pemerintah Tanggapi Turunnya Harga Telur


Pertanianku – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons keluhan para peternak ayam di Kabupaten Blitar terkait rendahnya harga jual telur di pasaran. Rendahnya harga jual telur di kisaran Rp 14.200 per kilogram (kg) membuat peternak ayam di Kabupaten Blitar mengalami kerugian.

“Kami akan minta Dirjen turun untuk sinergi dengan Perdagangan, ini persoalan suplai. Memang inilah sulitnya, harga naik konsumen ribut, harga turun produsennya. Kami harus tetap menjaga keseimbangan,” kata Mentan, beberapa waktu, seperti diberitakan Republika (3/4).

Terkait dengan naiknya harga pakan ayam berupa jagung yang berkisar Rp4.400 per kg yang juga turut dikeluhkan oleh petani, Amran sendiri mengatakan bahwa Kementan telah menginstruksikan Bulog untuk mengeluarkan stok jagung dengan harga murah dari petani.

“Jangan sampai seperti di Banten, katanya harga (Jagung) empat ribu, ternyata dua ribu. sekarang mau berapa saja jagung kita sudah disiapkan di Bulog, harganya tiga ribu, stoknya banyak. Silakan minta saja, kami sudah instruksikan Bulog,” lanjutnya.

Rendahnya harga jual telur di tingkat peternak telah terjadi sejak akhir tahun lalu. Di Kabupaten Blitar dengan harga telur yang dijual sebesar Rp14.200 per kg membuat peternak mengalami rugi sekitar Rp2.000 per kg.

Baca Juga:  Pemerintah Targetkan Lampung Jadi Lumbung Udang Nasional
loading...
loading...