Ini Tiga Jenis Ikan Yang Cocok Untuk Akuaponik

0

Pertanianku – Tren bertanam di pekarangan rupanya terus berkembang. Siapa yang tidak kenal teknik bercocok tanam hidroponik, aeroponik, akuaponik, vertikultur, dan tambulampot? Dengan jargon urban farming, teknik budidaya ini laris dilakukan oleh masyarakat perkotaan. Entah itu hanya sebagai pengisi waktu luang atau bahkan menciptakan peluang untuk mendapatkan income tambahan.

Akuaponik

Pada teknik bercocok tanam dengan akuaponik, tidak sembarangan ikan dapat dibudidayakan bersamaan dengan tanaman. Sebagaimana diketahui, ikan merupakan bagian penting dari akuaponik. Hal ini karena feses (kotoran) ikan akan menjadi pupuk organik bagi tanaman. Adapun jenis ikan yang dapat dibuat tumpang sari dengan sayuran adalah ikan herbivora ataupun omnivora. Akan lebih baik lagi jenis ikan yang “tahan banting” dan minim perawatan. Ada tiga jenis ikan yang sudah teruji dapat berkembang baik dengan teknik akuaponik.

  1. Lele

Siapa yang tidak kenal lele. Ikan yang terkenal “tahan banting” ini dapat hidup di air keruh dan minim oksigen sekalipun. Pengembangbiakan lele biasanya untuk dikonsumsi. Selain itu, lele kerap dimanfaatkan sebagai penjaga kualitas air. Terkadang masyarakat Indonesia, menaruh lele di sawah sebagai predator bagi hama.

Lele sendiri memiliki jenis yang beragam. Untuk jenis unggul, terdapat dua jenis, yaitu lele sangkuriang dan lele phyton. Mengapa lele cocok bersanding dengan sayuran pada teknik akuaponik? Selain kelebihan yang telah disebutkan tadi, pertumbuhan lele cenderung cepat dan konversi pakannya lebih rendah daripada jenis ikan lain. Ikan lele dikenal juga tahan penyakit. Ikan berkumis ini relatif mudah untuk dibudidayakan. Hampir semua warung makan menjual menu masakan dari lele sehingga pasarnya cenderung luas.

 

  1. Patin

Patin tidak membutuhkan air mengalir untuk pertumbuhannya. Walaupun berjenis ikan nokturnal, patin cukup responsif terhadap pemberian pakan buatan berupa pelet. Di alam liar, patin dapat mencapai panjang dua meter.

Patin telah teruji dapat menjadi pasokan pupuk organik bagi tanaman dengan teknik akuaponik. Patin memiliki tekstur daging yang lembut dan sedikit duri. Kelezatan daging patin yang berwarna putih ini telah menjadi favorit dalam bisnis kuliner. Harga jual patin cenderung tinggi dan waktu pembudidayaannya tidak lama.

 

  1. Gurami

Gurami atau sering disebut juga gurame merupakan salah satu ikan yang telah banyak di budidayakan masyarakat Indonesia. Gurami menyukai perairan yang tidak terlalu dalam dan aliran airnya tidak deras. Pemeliharaan gurami relatif mudah dan teknologi pembudidayaannya telah berkembang pesat. Ikan ini juga dikenal sebagai ikan yang tidak rewel soal pakan karena termasuk jenis omnivora.

Tekstur dagingnya yang padat dan gurih membuat ikan menjadi menu favorit di restoran atau rumah makan. Harga jual gurami relatif stabil di antara ikan air tawar lainnya. Inilah yang membuat gurami menjadi primadona ikan air tawar.

 

Nah, itulah tiga jenis ikan yang dapat dibudidayakan bersamaan dengan sayuran dengan teknik akuaponik. Selain dapat menghasilkan sayuran bermutu, kita pun dapat memanen ikan. Siap berakuaponik?

loading...
loading...