Ini yang akan Terjadi Jika Hutan Kalimantan Tak Ada Semut!


Pertanianku – Makhluk hidup seperti hewan memiliki peran yang berbeda setiap spesiesnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Liverpool dan Natural History Museum, Inggris, di hutan Borneo (Kalimantan), mengungkapkan jika satu spesies punah, peran spesies tersebut mungkin bisa jadi tak tergantikan oleh spesies lainnya.

Foto: pexels

Mereka adalah Hannah Griffith dan timnya yang meneliti peran semut dalam rantai makanan dan energi di dasar hutan tropis. Hasil riset itu cukup mencengangkan.

Semut yang kecil ternyata bertanggung jawab pada setengah proses dekomposisi sampah di dasar hutan. Sampah yang diuraikan oleh semut berupa jasad (bangkai) hewan, biji-bijian, dan buah busuk.

“Semut mengoleksi sampah dan membawanya ke sarangnya. Dengan cara itu mereka menciptakan hotspot nutrien dimana mikroba dan tumbuhan bisa menyerapnya, mempertahankan kesehatan tanah,” terang Griffith, seperti melansir Kompas (28/8).

Studi tersebut telah dipublikasikan di jurnal Animal Ecology minggu lalu, yang menyimpulkan, tak ada hewan yang bisa berperan sebesar semut dalam penguraian sampah. Dari hasil riset tersebut, kita bisa membayangkan apa yang mungkin terjadi jika semut hilang dari hutan tropis Kalimantan.

Jawabannya adalah sampah organik di dasar hutan akan menumpuk. Penguraian akan berlangsung lebih lambat sehingga hutan tropis Kalimantan tak akan sesubur saat ini. Dikutip dari Physorg, Griffith mengungkapkan bahwa studi tentang peran semut sangatlah penting. Sebab, wilayah hutan tropis telah terdegradasi dengan cepat.

“Hasil riset ini memungkinkan kita memprediksi konsekuensi hilangnya spesies dan menciptakan pengukuran untuk mitigasi dampak negatif aktivitas manusia pada lingkungan,” tutupnya.

Baca Juga:  Dahulu Telur Burung Berwarna Hijau Kebiruan, Mitos atau Fakta?
loading...
loading...