Ini yang Dilakukan Mentan Guna Menjamin Kesehatan Hewan Kurban


Pertanianku – Hari Raya Idul Adha 1438 H yang akan dirayakan oleh seluruh umat Muslim di Indonesia jatuh pada 1 September 2017. Waktu yang semakin dekat dengan perayaan Idul Adha tersebut membuat Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menurunkan sebanyak 129 orang petugas yang akan tergabung dalam ‘Tim Pemantau Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban’. Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga keamanan daging kurban.

Foto: pexels

Tim Pemantau Hewan Kurban tersebut, telah diberi bimbingan oleh Dirjen PKH dengan mengundang narasumber yang merupakan Pakar Kesehatan Masyarakat Veteriner dari FKH IPB, yakni Hadri Latief beberapa waktu lalu.

“Tim tersebut terdiri atas 129 dokter hewan dan Paramedik yang akan diturunkan ke lapangan di wilayah DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH, Fadjar Sumping Tjatur Rasa dalam keterangan tertulisnya, seperti melansir dari pertanian.go.id.

Tugas Tim Pemantau Hewan Kurban ini antara lain melaksanakan supervisi pemeriksaan dokumen kesehatan hewan, pemeriksaan antemortem dan postmortem, mengawasi penyembelihan dan penanganan daging, serta jeroan hewan kurban selama hari raya kurban dan hari tasrik.

Hadri mengatakan, selain berdasarkan syariat Islam dengan konsep ‘Halalan Thoyyiban’, dalam memilih hewan ternak juga lebih menekankan kepada pemeriksaan antemortem dan postmortem, serta hal teknis lainnya dalam rangka pemantauan hewan kurban.

“Tim pemantau harus dapat memastikan bahwa hewan kurban dalam keadaan sehat. Selain itu, juga harus lebih teliti dalam mengambil keputusan terhadap hewan yang sakit, dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Karena biasanya hewan yang sakit akan menunjukkan peningkatan suhu tubuh,” ungkapnya.

Baca Juga:  Harga Gabah Melambung Tinggi di Indramayu

Pihaknya menyarankan, apabila tim menemukan ciri-ciri atau dugaan ada hewan tidak sehat, sebaiknya segera meminta secara baik-baik kepada penjual untuk memisahkah, lalu melaporkan kondisi hewan tersebut kepada petugas kesehatan hewan yang ada atau dinas tekait di wilayah tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan semua hewan dalam keadaan sehat, dapat dilanjutkan untuk pemotongan. Akan tetapi, apabila dalam keadaan tidak sehat dan bukan karena penyakit berbahaya, sebaiknya tetap disarankan untuk tidak dilakukan pemotongan terhadap hewan tersebut. Atau, sebaiknya dilakukan penggantian hewan kurban.

Selain itu, Tim Pemantau Hewan Kurban diharapkan mengetahui ciri-ciri hewan sehat dan tidak sehat secara teknik.

“Keseriusan dan ketelitian Tim Pemantau Hewan Kurban ketika bertugas di lapangan sangat diperlukan. Pemantauan hewan kurban dilakukan mulai dari tahap pengangkutan sampai pemotongan,” tutur Hadri.

Mentan mengimbau kepada penjual untuk lebih berhati-hati di dalam proses pengangkutan karena dapat menyebabkan hewan cacat dan stres.

Selain itu, penjual perlu memperhatikan lokasi pemotongan hewan agar tidak mengganggu tempat-tempat umum, baik dari kotoran maupun aroma tidak sedap yang disebabkan oleh pemotongan hewan tersebut, serta juga memperhatikan kenyamanan dan kesejahteraan hewannya dari aspek kepadatan ternak di lokasi penampungan.

loading...
loading...