Ini yang Menjadi Inti dari Budidaya Lele


Pertanianku — Ikan lele terus mengalami peningkatan permintaan seiring dengan kegemaran masyarakat mengkonsumsi daging ikan yang memiliki patil ini. Hal ini tentu menciptakan adanya peluang usaha untuk budidaya lele. Hal ini yang juga menjadi landasan bagi pendahulu pengusaha budidaya ikan lele. Semakin banyak permintaan ikan lele, semakin besar peluang untuk mendapatkan keuntungan finansial.

cita rasa kopi Indonesia
Foto: Dok. Pertanianku

Seorang pemula yang belum pernah sekalipun menggeluti budidaya ini pun juga dapat memanfaatkan peluang yang terbuka lebar ini. Namun, bagi pemula harus mengetahui apa inti budidaya ikan lele agar dapat melakukan budidaya dengan mudah.

Inti dari budidaya ikan lele terdiri atas dua hal, yaitu usaha pembenihan dan usaha pembesaran. Ketika seorang pemula mengerti tentang dua hal yang menjadi inti budidaya ikan lele tersebut, dia tidak akan kebingungan dalam menjalani usaha yang digelutinya.

Usaha pembenihan adalah budidaya ikan lele yang dilakukan agar lele dapat menghasilkan benih baru. Sementara, usaha pembesaran adalah usaha budidaya yang dimaksudkan agar mendapatkan ikan lele yang berbobot sehingga laku di pasaran. Tentu saja dua hal ini adalah proses usaha yang dilakukan berkesinambungan.

Dalam melakukan budidaya ikan lele, sangat disarankan untuk melakukan kedua inti budidaya ikan lele tersebut. Salah satu yang mendasari adalah jika dapat melakukan kedua inti budidaya ikan lele, yaitu pembenihan dan pembesaran, akan didapatkan keuntungan yang lebih besar daripada melakukan salah satu usaha saja.

Dalam melakukan usaha pembenihan, dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan memijahkan induk-induk ikan agar mampu untuk menghasilkan dan menetaskan telur. Selain itu, mampu memelihara burayak menjadi benih ikan lele yang siap sebar. Budidaya ini tergolong mengasyikkan dan banyak digemari oleh para pendahulu pembudidaya ikan lele.

Baca Juga:  Tips Rahasia Mempercepat Pertumbuhan Gurami

Untuk benih yang siap tebar ini memiliki ukuran tersendiri, yaitu berukuran gelondongan. Ukuran gelondongan pada benih ini sendiri dibagi menjadi dua, yaitu gelondongan kecil dan gelondongan besar. Gelondongan kecil berukuran 3—5 cm, sedangkan gelondongan besar berukuran 5—10 cm. Setelah benih memiliki ukuran gelondongan ini, berarti benih tersebut telah siap untuk ditebar dan dibesarkan agar dapat tumbuh dengan daging yang lebih banyak sehingga laku di pasaran dan layak dikonsumsi.

Inti yang kedua, yaitu usaha pembesaran ikan lele. Untuk melakukan usaha ini, tentu dapat dilakukan dengan lebih mudah lagi karena telah melewati tahapan pembenihan tadi. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah dengan membesarkan benih ikan lele yang telah dipersiapkan agar dapat memiliki bobot yang diinginkan pasar. Dalam melakukan usaha pembesaran ini, tentu dilakukan di tempat yang terpisah dari usaha pembenihan karena tujuannya berbeda dengan usaha pembenihan.

Adapun bobot yang menjadi bobot minimal dari permintaan pasar, yaitu 100—200 gram per ekor. Ketika sudah mencapai bobot minimal permintaan pasar, proses pembesaran telah selesai dan sudah dapat dijual di pasar.

Dengan bobot minimal ini, sudah menjadi ikan lele yang layak untuk dikonsumsi. Namun, ketika jumlah permintaan ikan lele ini meningkat, sering kali ikan lele yang baru berbobot 50 gram sudah dibeli oleh konsumen.