Inilah 7 Langkah Praktis Usaha Pembesaran Lele


Pertanianku – Banyak yang harus dipersiapkan sebelum memulai usaha pembesaran lele, mulai dari aspek teknis sampai nonteknis. Semua aspek tersebut harus disiapkan secara matang agar bisa meminimalisasi risiko kegagalan. Sahabat pertanianku, berikut adalah 7 langkah praktis yang harus dilakukan sebelum memulai usaha pemebesaran lele.

Alasan Memilih Bisnis Pembesaran Lele

  1. Tentukan lokasi usaha

Penentuan lokasi harus didasarkan pada tiga pertimbangan pokok, yaitu syarat lahan, luas lahan, dan jenis tanah. Pertimbangan lainnya adalah izin usaha dan pola hidup masyarakat setempat. Selain itu, perlu juga dipertimbangkan lokasi yang dekat dengan sumber air, tetapi bukan merupakan daerah banjir.

  1. Pilih jenis kolam yang akan digunakan

Lele, tentunya, membutuhkan habitat untuk melangsungkan hidupnya. Wadah pembesaran lele yang umum digunakan oleh para peternak lele yaitu kolam tanah, kolam semen (beton), dan kolam terpal. Masing-masing kolam mempunyai kelebihan dan kekurangan.

  1. Siapkan air pemeliharaan

Air yang berasal dari sumbernya tidak langsung digunakan untuk pembesaran lele, tetapi perlu diberi perlakuan agar kualitasnya sesuai dengan yang diharapkan lele. Menyiapkan air tergantung dengan jenis kolam yang digunakan. Antara kolam tanah dengan kolam terpal atau kolam tembok berbeda perlakuan penyedian airnya.

  1. Siapkan peralatan usaha

Peralatan yang mesti disiapkan untuk pembesaran lele, pertama adalah pompa air terutama jika menggunakan air tanah atau air sungai yang posisinya sejajar atau lebih rendah dari dasar kolam. Kedua, serokan untuk membersihkan kolam dari kotoran yang mengapung dan mengambil lele yang mati atau sakit. Ketiga, jaring yang digunakan untuk menjaring lele saat panen. Peralatan lainnya adalah ember besar dan kecil. Ember besar digunakan untuk menapung lele yang telah dipanen. Ember digunakan sebagai tempat meramu pakan, obat, atau probiotik.

  1. Sediakan tenaga kerja
Baca Juga:  Jangan Salah! Ada Makanan Sehat yang tidak Benar-benar Menyehatkan

Untuk usaha pembesaran lele berskala kecil, sebaiknya gunakan tenaga kerja yang berasal dari anggota keluarga. Namun bila skala usaha sudah cukup besar, tenaga kerja dari luar mesti diperlukan. Terampil atau mampu melakukan kegiatan dengan baik menjadi persyaratan utama seorang pekerja. Syarat lainnya adalah jujur, tekun, kreatif, bertanggung jawab, dan berdidikasi tinggi terhadap pekerjaan.

  1. Sediakan pakan yang cukup

Penyediaan pakan sebaiknya dilakukan sebelum pemeliharaan berlangsung. Jumlah pakan yang disediakan tidak mesti banyak, asalkan bisa menutupi kebutuhan pakan selama satu minggu. Biasanya pakan yang disediakan masih berupa pakan pelet terapung dengan ukuran sesuai bukaan mulut ikan. Untuk jenis dan merek pakan yang dibeli sebaiknya disesuaikan dengan pakan yang diberikan oleh pembenihnya. Hal tersebut dimaksudkan agar benih tidak perlu mengalami adaptasi lagi dengan pakan merek berbeda.

  1. Sediakan obat-obatan dan probiotik

Obat-obatan merupakan sarana produksi yang harus disiapkan sebelum proses produksi sebagai tindakan antisipasi apabila penyakit datang secara mendadak. Obat-obatan yang disediakan tidak boleh yang mengandung bahan kimia, seperti formalin, metthylene blue, dan PK. Cukup dengan menyediakan dedak dan ragi roti sebagai bahan untuk membuat bahan pupuk higienis (PH). PH terbukti mampu mengobati berbagai macam penyakit lele, termasuk penyakit yang paling berat, yaitu borok. Selain obat-obatan, ketersediaan probiotik sangat dianjurkan karena berfungsi untuk menjaga kualitas air kolam, menumbuhkan plankton sebagai makanan ikan, dan menguraikan zar beracun (amoniak).

Itulah 7 langkah praktis usaha pembesaran lele. Untuk informasi yang lebih lengkap tentang pembesaran lele, sahabat pertanianku bisa membacanya di buku “Pembesaran Lele secara Cepat: 50 Hari Panen” yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya.

loading...
loading...