Inilah Burung Jenis Lain Yang Bagus Didekatkan Dengan Cucakrawa


Pertanianku – Ada beberapa jenis burung yang baik untuk menjadi pendamping cucakrawa. Salah satunya mempunyai kicauan cukup mirip dengan cucakrawa. Burung yang dimaksud adalah srintel (greater racketthailed drongo/Dicrucus paradiseus) yang di Jawa Barat lebih dikenal dengan saeran rambai. Namun, burung ini tergolong langka. Selain itu, jenis burung yang bisa didekatkan cucakrawa antara lain robin, jok-jok, kenari afrika, dan cucak thailand.

Menjaga Kemurnian Suara Cucakrawa

  1. Srintel

Suara burung srintel tampak mirip dengan suara burun  cucakrawa jantan dewasa. Burung ini tergolong baik dalam menirukan suara burung lain jika dirawat dari kecil. Penampilan burung ini juga menarik. Bulunya berwarna hitam, ekornya seperti lidi menjuntai ke bawah. Panjang tubuhnya hingga ke ekor mencapai 30 cm. Kalau ada di pasaran, harga burung srintel cukup tinggi, berkisar ratusan ribu rupiah untuk burung yang baru belajar berkicau.

Burung srintel selain bagus untuk dijadikan sebagai burung pendamping cucakrawa, juga dapat dijadikan pemancing karena kemiripan suaranya. Akan tetapi, burung srintel yang dipilih sebaiknya dipelihara dari dewasa, kerena kemampuannya menirukan suara burung lain sangat terbatas.

  1. Kenari afrika

Black throat merupakan salah satu kenari afrika yang ada di Indonesia. Ukuran tubuhnya sekitar 10 cm. Bulu sayapnya berwarna abu kecokelatan bergaris hitam. Warna bulu penutup ekornya kuning. Bagian tenggorokan burung jantan berwarna hitam. Black throat mempunyai kicauan yang cukup baik dan cepat. Yang menarik dari black throat, kecepatan variasi suaranya seperti tidak ada selah dan tidak berjarak, padahal variasinya cukup banyak.

Di antara variasinya, ada suara kicauannya yang mirip kicauan cucakrawa. Selain itu, burung ini juga mudah berkicau seperti robin. Kelebihan lainnya, burung ini teiah dapat berkicau rajin dalam waktu 3 bulan dan frekuensi berkicau 5 menit sekali. Hal ini tidak mampu dilakukan burung sekelas robin ataupun jok-jok. Dengan suara yang berkualitas, burung black throat cukup baik menjadi pendamping cucakrawa. Selain itu, kita tidak perlu sangsi untuk mendekatkan black throat dengan cucakrawa anakan, muda hutan, atau dewasa. Hal ini disebabkan fisiknya lebih kecil sehingga kecil kemungkinannya cucakrawa bisa terganggu.

  1. Burung robin

Burung robin (pekin robin/Leiobrix lutea) mempunyaikemampuan yang cukup baik dalam berkicau, baik dalam kerajinan maupun kecepatannya. Selain itu, robin mudah terpancing oleh suara burung lain. Robin untuk pendamping cucakrawa dipilih yang berbadan cukup besar dan berkelamin jantan.

  1. Cucak thailand

Burung cucak thailand (Chloropsis aurifrons) juga sering disebutcucak cung kok. Burung ini diperkirakan berasal dari RRC. Bentuk  fisiknya menyerupai cucak rante atau cucak ijo, hanya badannya sedikit lebih besar. Warna bulunya sepintas mirip cucak ijo. Bedanya, bagian dagu cucak thailand berwarna biru laut dan atap kepala berwarna merah bata. Suara kicauannya cukup baik dengan variasi yang lebih banyak dari cucak ijo, dan ketajaman suaranya lebih keras dari burung jok-jok yang bersuara roppel.

Di pasaran, keberadaan cucak thailand belum terlalu lama. Oleh karena jumlahnya sedikit, maka harga jualnya cukup tinggi. Harga cucak thailand yang baru datang sudah mencapai ratusan ribu rupiah.

  1. Burung jok-jok, merbah, atau cerucuk

Burung jok-jok (yellow-vented bulbul/P;ycnonotus goiavier) masih satu keluarga dengan cucakrawa (Pycnonotidae). Di Sumatera, khususnya masyarakat Melayu, dikenal dengan nama burung merbah. Tipe suara burung jok-jok tergolong cukup banyak variasi. Dapat dikatakan burung ini salah satu pendamping terbaik untuk cucakrawa. Akan tetapi, untuk mendapatkan jok-jok yang rajin berkicau dan suara yang berkualitas baik tidak mudah. Untuk bisa membuatnya rajin berkicau, dibutuhkan waktu cukup lama, seperti halnya memelihara cucakrawa.

Harga burung jok-jok yang telah rajin berkicau saat ini tergolong mahal. Untuk ukuran kelasnya, bisa mencapai lebih dari Rp 75.000,00. Kalau ingin memeliharanya, cukup membeli burung bakal-an berkelamin jantan dan usia-nya masih muda hutan atau anakan.

 

Sumber: Buku Agar Cucakrawa Rajin Berkicau

 

loading...
loading...