Inilah Cara Bududidaya Cabai IPB CH3

Pertanianku – Cabai merupakan salah satu komoditas yang sangat dicari masyarakat Indonesia. Sebuah varietas baru yang unggul dan diadaptasi dengan kondisi lokal Indonesia, akan membantu menstabilkan ketersediaan, juga harga. Komoditas agribisnis pun tiap harinya selalu menghadirkan tren baru. Kali ini, tren baru tersebut datang dari varietas cabai, namanya cabai IPB CH3.

Inilah Cara Bududidaya Cabai IPB CH3

Selama ini kita dihadapkan pada dua pilihan  yaitu cabai kecil yang rasanya pedas dan cabai besar yang rasanya kurang pedas. Kini ada pilihan ketiga yang menggabungkan sifat-sifat unggul dari pilihan tersebut. Hadirnya cabai hibrida IPB CH3, memberikan pilihan varian cabai besar dengan rasa yang pedas.

Keunggulan cabai ini memiliki besar dengan panjang 14–17 cm dan memiliki rasa pedas dua kali lipat dari cabai besar merah biasa. Masa berbunga cabai ini hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga bulan. Satu pohonnya  dapat menghasilkan 1 kg buah, atau sekitar 15 ton/hektar.

Melihat budidayanya, cabai hibrida IPB CH3 sama seperti budidaya cabai pada umumnya. Benih cabai harus disemai dalam tray atau wadah plastik. Media semainya menggunakan kompos arang dan dibiarkan selama dua minggu hingga tinggi bibit mencapai 10 cm.

Selama proses penyemaian siapkan lahan penanaman dengan membuat bedengan sekitar 1 meter dan panjang 10 meter. Bedengan ini bertujuan untuk mempermudah saluran drainase, sehingga berfungsi secara maksimal.

Selanjutnya bedengan ditutup menggunakan aluminium foil atau mulsa plastik hitam perak (mphp). Bedengan yang telah terpasang aluminium foil kemudian diberikan lubang tanam dengan menggunakan alat pembolong.

“Alat pembolong mulsa bisa dari kaleng dan biasanya berbentuk bulat,” ungkap Unang Ridwan, salah satu staf pengembangan bisnis di PT Bogor Life Science and Technology, seperti dikutip Kontan.

Sebelumnya, kaleng harus dipanaskan dengan menggunakan bara api agar aluminium atau mulsa dapat dilubangi. Jarak tanam dalam satu bedeng dibuat dengan ukuran 30 cm. Hal ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memudahkan dalam pemeliharaan. “Benih cabai ditutup dengan aluminium foil untuk menghindari pertumbuhan gulma,” jelas Unang.

Baca Juga:  Media Tumbuh yang Tepat untuk Budidaya Jamur Merang

Selanjutnya lakukan pemupukan sebagai penambah unsur hara bagi tanaman. Tidak lupa saluran harus dibersihkan seminggu sekali agar airnya mengalir. Kemudian lakukan perawatan dan penyiraman. “Varietas cabai ini memerlukan air yang banyak. Cabai hibrida CH3 bisa ditanam di semua jenis tanah. Hanya saja tanahnya harus subur. “Bagusnya sih di dataran yang sedang, jangan ditanam di tanah yang kering soalnya cabai butuh air yang banyak,” Ucanp Unang.